Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pintu Utama Terminal arah Bawen-Ambarawa Diturup, Pedagang Terminal Bawen Lakukan Aksi Tutup Kios

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 14 Mei 2026 | 15:59 WIB

 

Puluhan pedagang di Terminal Bawen Kabupaten Semarang lakukan aksi tutup kios.
Puluhan pedagang di Terminal Bawen Kabupaten Semarang lakukan aksi tutup kios.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Puluhan kios dan gerai agen tiket di Gedung B kompleks Terminal Bus Tipe A Bawen, Kabupaten Semarang, menggelar aksi tutup kios dan warung secara serentak.

Aksi penutupan kios serentak tersebut sebagai bentuk protes para pedagang dan agen tiket karena pengelola Terminal Bawen menutup akses pintu utama yang berada di jalan arah Bawen-Ambarawa.

Penutupan dilakukan pengelola terminal sejak Senin (11/5). Koordinator Perkumpulan Pekerja Terminal Bawen (PPTB) Kabupaten Semarang Titi Jumiati mengatakan warga terminal yang terdiri dari pedagang makanan dan agen tiket bus, resah dengan keputusan pengelola terminal.

Baca Juga: Rob di Kecamatan Tugu Semarang Kian Parah, Ancam Sawah Produktif

Bagi mereka setelah ditutupnya akses utama pintu tersebut penumpang tidak bisa masuk terminal.

Titik juga menyatakan bahwa aksi tutup kios tersebut bukan demonstrasi, tapi bentuk solidaritas antar warga terminal.

"Bus juga menaikturunkan penumpang di pinggir jalan. Kondisi terminal yang sudah sepi, sekarang dengan penutupan akses jadi semakin sepi. Otomatis pendapatan semakin menurun,"keluhnya. Kamis (14/5).

Para pekerja pun juga mempertanyakan keputusan tersebut. Pihaknya mengaku tidak ada sosialiasi terkait penutupan tersebut.

Diketahui para pedagang pun menyewa kios tersebut. Sehingga tentunya mereka memiliki hak untuk mendapatkan penjelasan. 

"Kami berjualan di terminal ini menyewa kios, sehingga punya hak untuk bertanya. Kalau ingin terminal ramai, ayo diajak ngobrol, bukan malah kami terus ditekan dengan penutupan akses ke terminal,"lanjutnya.

Titi mengatakan, dari ratusan kios di Terminal Bawen, hanya ada 50 pedagang yang masih bertahan. Pedagang di Gedung B ini paling terdampak karena tidak dilewati bus.

Berbeda dengan pedagang di Gedung A masih ada lalu lalang karena bisa masuk melalui akses jalan arah Bawen-Salatiga. Senada dengan Titik, agen tiket Setyanto mengatakan tidak pernah ada sosialisasi terkait penutupan akses utama Terminal Bawen.

Baca Juga: Data Bansos Mei 2026 Diupdate, Ini Cara Cek Nama KPM Masih Terdaftar atau Tidak

Ia juga mengungkapkan penutupan ini menjadi keluhan bersama antara sopir, penjual di warung, agen, termasuk juga konsumen atau penumpang.

Setyanto mengatakan, selain menjadikan terminal sepi, penutupan akses menjadikan situasi berbahaya.

Karena bus harus memutar terlebih dulu ke jalur Bawen-Salatiga, melewati pertigaan Bawen. 

"Selain menjadi tambah rawan kecelakaan, itu juga menambah potensi kemacetan. Pada situasi normal saja pertigaan menjadi sumber kemacetan, apalagi dengan penutupan akses, akan ada penumpukan kendaraan,"timpalnya. 

Sementara itu Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Bawen Imron menyampaikan, penutupan akses tersebut masih bersifat uji coba. Uji coba dilakukan selama satu minggu.

Di Senin depan dikatakanya sudah dibuka kembali. Imron menjelaskan penutupan karena ada program dari pusat terkait rencana pembangunan Gedung B Terminal Bawen. 

"Karena itu perlu ada kajian terkait keselamatan, termasuk dampak negatif yang timbul. Hasil evaluasi dan kajian penutupan akses tersebut, selanjutnya akan dilaporkan. Uji coba dilakukan minggu ini karena ada long weekend, libur panjang. Bagaimana dampak kemacetannya, kendalanya apa saja, nanti dilaporkan,"katanya. 

Imron juga membantah tudingan minimnya sosialisasi kepada para pedagang. la menyebut informasi terkait uji coba telah disampaikan kepada warga terminal maupun awak bus.

Namun, menurutnya, paguyuban pedagang di Gedung B selama ini memang kurang aktif sehingga masih banyak yang mempertanyakan kebijakan tersebut.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#pedagang terminal bawen #Bawen #Terminal Bawen #Kabupaten Semarang