RADARSEMARANG.ID, Semarang -Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang masih terkendala sarana air bersih.
Pemerintah Kabupaten Semarang terus mematangkan persiapan pembangunan program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Pemerintah Pusat.
Salah satu syarat utama yang kini tengah diupayakan penyelesaiannya adalah ketersediaan air bersih di lokasi pembangunan.
Baca Juga: Unnes Semarang Gelar Akad Nikah Massal Gratis, Sediakan Kuota 5 Pasangan, Begini Cara Daftarnya
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, proses survei dan verifikasi administrasi telah dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Secara administrasi informasi dikatakan Ngesti tidak ada masalah. Persiapan lahan pun sudah disapkan.
"Tinggal satu syarat lagi yang masih kami upayakan, yaitu terkait ketersediaan air bersih,"ungkapnya. Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, Pemkab Semarang saat ini masih berkoordinasi dengan tim terkait agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi.
Sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan. Sesuai rencana, lokasinya berada di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tengaran, dengan luas lahan 5,7 hektare.
Baca Juga: Ceceran Tanah di Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Makan Banyak Korban Kecelakaan
Menurut Ngesti, Sekolah Rakyat di Kabupaten Semarang nantinya diprioritaskan bagi anak-anak dari wilayah Kabupaten Semarang.
Sebab, program tersebut memang disiapkan dengan skema satu sekolah untuk setiap kabupaten atau kota.
Terkait kemungkinan adanya daerah lain yang menumpang pembangunan di Kabupaten Semarang karena keterbatasan lahan, Ngesti menyebut hal itu bergantung pada kebijakan masing-masing daerah.
Ia mencontohkan Kota Salatiga yang memiliki keterbatasan lahan, namun masih terdapat aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dapat dimanfaatkan.
"Kalau Sekolah Rakyat ini per kabupaten atau kota. Jadi nanti untuk anak-anak kita di Kabupaten Semarang. Yang utama bagi kami, Kabupaten Semarang lahannya sudah kami siapkan. Tinggal menyelesaikan seperti ketersediaan air bersih,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi