RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang lakukan sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwilayah Desa Samban tepatnya di Karangjoho, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. SPPG tersebut diketahui milik Yayasan Nur Bakti Nusantara sesuai yang tertulis di jendela depan SPPG.
Terlihat lokasi SPPG tersebut berada sekitar 100 meter dengan kandang ayam dan 50 meter tempat pengepul rosok-rosok. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Joko Sriyono saat sidak mengelilingi gedung SPPG tersebut.
Mulai dari tempat masak, tempat mencuci, hingga tempat pembuangan air bekas cucian. Terkejutnya Joko karena didapati pengelolaan IPAK tidak ada.
Air bekas mencuci tempat makan atau mencuci sayuran langsung dibuang ke sungai. Tak hanya itu, tempat cuci perlengkapan MBG tidak sesuai standar. Seharusnya air yang digunakan air panas, didapati eater heater (pemanas air) rusak. SPPG yang diketahui beroperasi sejak November lalu ini melayani 2.400an siswa yang ada di Bawen. Mulai dari KB, TK, hingga SD.
Baca Juga: Viral 133 Porsi MBG SD Kalipancur Batang Dikembalikan karena Diduga Menu Ayam Masih Mentah
"Kita cek ke lapangan, ternyata pengolahan IPALnya belum ada. Air langsung dibuang ke sungai jadi resiko pencemaran lingkungan lebih besar. Kita cek juga ijin SLHS belum ada. Rekomendasi kita ya minta ditutup dulu sampai kelengkapan perizinannya selesai,"ungkapnya.
Saat berkeliling ke belakang SPPG terlihat juga ada tempat dan saluran pembuangan, namun ternyata belum difungsikan. Pengering tempat makan yang seharusnya setiap SPPG memiliki standar, di SPPG Samban ini jauh dari memenuhi standar.
Berkaitan dengan lokasinya yang berdekatan dengan kandang ayam dan rosok-rosok, Joko juga meminta ada peninjauan ulang."Mohon untuk dievaluasi ini, saya takut nanti anak-anak kami bisa keracunan nanti yang di sekolah,"tegasnya. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi