Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Potret Tradisi Toleransi Turun-menurun di Dusun Thekelan Getasan Pada Momen Lebaran

Maria Novena Sinduwara • Minggu, 22 Maret 2026 | 13:29 WIB

Ratusan umat Buddha dan Kristiani memberikan ucapan selamat hari raya ke saudara muslim di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Ratusan umat Buddha dan Kristiani memberikan ucapan selamat hari raya ke saudara muslim di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dusun Thekelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang kembali menunjukan toleransi yang tinggi.

Momentum perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah menjadi ajang warga lintas agama saling bermaafan sembari berjabat tangan.

Umat muslim tidak langsung pulang ke rumahnya karena ratusan warga yang beragama Budha dan Kristen telah menunggu di sepanjang jalan.

Mereka berjajar rapi dari dua sisi jalan menuju masjid dusun tersebut.

Setelah sambutan dari sesepuh, dilanjutkan dengan prosesi pemberian ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah.

Kepala dusun dan tokoh umat Budha dan Kristiani Dusun Thekelan mengawali pemberian ucapan kepada tokoh umat Islam, kemudian diikuti warga lainnya.

Suasana guyub rukun pun terlihat. Beberapa warga bahkan meneteskan air mata karena tak kuasa menahan haru.

Mereka juga saling berpelukan seolah meleburkan kesalahan selama hidup bermasyarakat. 

Tokoh masyarakat Dusun Thekelan, Satiman mengatakan saling memberikan ucapan hari raya oleh umat Buddha maupun umat Kristiani di Dusun Thekelan sudah menjadi tradisi turun temurun.

Tidak hanya saat Idul Fitri, tapi juga saat Natal atau Waisak. 

"Semua warga memang hidup rukun. Ini mencerminkan bahwa seperti inilah kerukunan antar umat beragama di Thekelan ini," ungkapnya.

Menurut Satiman, seluruh warga Thekelan berkomitmen menjaga nilai toleransi dan saling menghormati hari besar keagamaaan umat agama lain.

Menurutnya, kerukunan dan kebersamaan menjadi penting, tanpa harus melihat apa pun golongan maupun agama dan keyakinannya.

 Sementata itu Kepala Dusun Thekelan Supriyo Tarsan menambahakan toleransi menjadi pondasi warganya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Daftar 14 Tempat Wisata Gratis di Yogyakarta, Cocok Buat Healing Lebaran Idul Fitri 2026, Ini Cara Menuju Lokasinya

Setiap tahun dan setiap ada perayaan hari besar agama Islam, Buddha dan Kristiani segenap warga Dusun Thekelan selalu saling mendukung dan membantu warga yang sedang merayakan.

"Kegiatan seperti ini sudah menjadi budaya dan terus di rawat oleh warga kami. Bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#TOLERANSI #lebaran #Buddha #Thekelan