Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Banjir Dusun Daleman Tuntang Diduga Akibat Adanya Aktivitas Galian C

Maria Novena Sinduwara • Rabu, 31 Desember 2025 | 18:03 WIB

Rumah warga Dusun Daleman Tuntang tertimbun material tanah usai hujan deras. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Rumah warga Dusun Daleman Tuntang tertimbun material tanah usai hujan deras. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
 

RADARSEMARANG.ID, Tuntang - Rumah warga Dusun Daleman Desa Tuntang Kabupaten Semarang banjir lumpur Selasa (30/12) sore.

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Dusun Daleman, Tuntang yang di duga disebabkan karena adanya aktivitas Galian C didekat pemukiman. Diduga juga berdiri sebuah Rest Area KM 445 B yang merupakan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. 

Salah satu warga yang rumahnya terkena dampak dari peristiwa banjir bandang itu ialah Sri Suparni, warga Dusun Daleman RT 04 RW 04, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang yang mengaku sebelum terjadinya banjir bandang, hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur wilayah tersebut.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa memang sebelumnya di sekitar permukiman warga itu ada aktivitas pengerukan tanah, yang belum diketahui pihak pengelolanya.

"Rumah saya terkena timbunan lumpur semua. Sejak jam 3 sore hujan dan tiba-tiba banjir bandang,"jelasnya. Rabu (31/12).

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengaku geram dengan adanya dugaan aktivitas yang semestinya tidak dilakukan oleh siapapun.

Bondan menekankan harus ada yang bertanggungjawab, siapapun pihak pengelola dari aktivitas tersebut.

"Karena kejadian ini sudah sangat merugikan warga disekitarnya. Sehingga kami minta siapapun pengelola, siapapun pihak yang terlibat, harus bertanggungjawab," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menekankan adanya unsur pemerintah yang turun langsung menyelesaikan permasalahan tersebut, baik Pemkab Semarang sebagai pemilik wilayah dan juga Pemprov Jateng, pemilik Rest Area KM 445 B.

"Meski misalnya kok proyek itu bukan milik mereka, mereka bisa jadi jembatan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang mestinya harus bertanggungjawab, karena ini korbannya warga, harus ada yang bertanggungjawab,"lanjutnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan data yang dimiliki BPBD laporan masuk Selasa (30/12) pukul 15.45 WIB. Ada empat rumah yang terdampak dari kejadian banjir tersebut. 

"Rumah warga tergenang air dan lumpur dengan ketinggian lumpur mencapai 25 sentimeter,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Tuntang #BANJIR