Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PBB-P2 Kabupaten Semarang Terealisasi 113,4 Persen di tahun 2025

Maria Novena Sinduwara • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:26 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan penghargaan kepada perangkat daerah pengelola pendapatan dan desa/kelurahan tercepat pelunasan PBB P2 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menyerahkan penghargaan kepada perangkat daerah pengelola pendapatan dan desa/kelurahan tercepat pelunasan PBB P2 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang menargetkan pajak daerah di tahun 2025 yakni Rp 420.915.134.000.

Hingga sampai dengan 9 September sudah terealisasi Rp 383,2 miliar atau 91,05 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Semarang Rudibdo.

Pihaknya juga merinci dari beberapa jenis yang mereka kelola seperti pajak PBB-P2 sudah terealisasi Rp 76,6 miliar sudah terealisasi 113,4 persen dari rencana pendapatan sebesar Rp 67,5 miliar. 

"Jadi, sudah surplus kurang lebih Rp 9 miliar. Kemudian PBB-P2 yang kemarin, kita sempat khawatir. Itu sudah mencapai 90,76 persen atau Rp 78,1 miliar dari target yang sama di tahun 2024 yang lalu sebesar Rp 86 miliar,"jelasnya. Kamis (11/12).

Kemudian yang berikutnya mineral bukan logam dan pacuan dari rencana pendapatan Rp 4 miliar ini telah terealisasi 100,79 persen.

Selebihnya pihaknya masih terus mengejar hingga 31 Desember mendatang.

Pihaknya juga optimis dengan pergerakan tim di lapangan untuk melampaui realisasi tahun sebelumnya. 

"Realisasi kita tumbuh Rp 30,4 miliar per tahun. Jadi, kalau kita berangkat diangka Rp 169 miliar di tahun 2021, maka tiap tahun tumbuh rata-rata Rp 30,4 miliar selama 4 tahun ini,"tambahnya.

Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegaskan pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi ke masyarakat.

Baik untuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.

"Kita juga masih terus melakukan perbaikan pelayanan. agar nanti pelayanan itu bisa cepat tepat dan akurat. Kemudian yang perlu kami tegakkan juga terkait dengan pajak bumi dan bangunan terkait dengan warga masyarakat dan Semarang. Kami berjanji tidak akan menaikkan, kecuali daerah-daerah berkembang, misalnya tanah dari nol ada bangunannya otomatis PBB nya kan akan naik, tapi kalau tanah pertanian tetap tidak kita naikkan,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kabupaten Semarang