RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Finding penahan jembatan U-turn dekat Nasmoco, Bergas, Kabupaten Semarang, kembali menjadi sorotan setelah retakan pada konstruksi beton kian meluas.
Kondisi tersebut dipicu kebiasaan truk-truk berat memarkirkan kendaraan di bahu jalan kawasan tersebut.
Padahal larangan parkir sudah terpasang sejak beberapa tahun lalu. Di sisi jembatan spanduk besar bertuliskan “PERINGATAN!!! KENDARAAN BERAT DILARANG PARKIR!!! DINDING PENAHAN TEBING TINGGI 7 METER” tampak berderet di pagar pengaman.
Namun spanduk itu tampaknya tidak terlalu dihiraukan sebab sejumlah truk masih terlihat terparkir tanpa pengemudi.
Koordinator Pengawas PPK 3.3 BBPJN Jateng–DIY, Teguh Budi Harsono menegaskan bahwa berhentinya truk di lokasi tersebut sangat berbahaya.
Hal itu karena jembatan berdiri di atas dinding penahan beton setinggi tiga hingga 7,5 meter yang kondisinya mulai menunjukkan banyak retakan.
Menurut Teguh, retakan tidak hanya ditemukan di satu titik, melainkan sudah menyebar ke beberapa bagian dan berpotensi mengganggu stabilitas konstruksi.
"Beban berlebih dari kendaraan berat menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan. Kami telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk sosialisasi langsung kepada sopir, pemasangan rambu larangan parkir sejak 2018, serta pemasangan concrete barrier pada 2023. Namun tidak banyak mengubah situasi,"ungkapnya.
Sejak jembatan itu difungsikan pada 2017–2018, lokasi U-turn tersebut hampir tidak pernah sepi dari truk yang berhenti atau parkir.
Pada September 2025 lalu PPK 3.3 bersama Satlantas Polres Semarang dan Dinas Perhubungan kembali menambah spanduk besar dan melakukan patroli.
Meski begitu, ketika petugas tidak berada di lokasi, truk-truk kembali memadati area tersebut. Pihaknya berharap para pengemudi memahami bahwa risiko dari kebiasaan tersebut bukan hanya kerusakan infrastruktur, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
"Jika dinding penahan jembatan runtuh, tentu dampaknya bisa fatal. Kami sudah beberapa kali mengupayakan agar kendaraan berat tidak parkir di sana. Setiap lewat, kami beri pengertian supaya pergi dari lokasi, tapi tetap saja kembali,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi