Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemerintah Kabupaten Semarang Anggarkan Rp 500 jutaan Rehab Dua SD yang Atapnya Ambrol

Maria Novena Sinduwara • Selasa, 18 November 2025 | 23:59 WIB
Kondisi empat ruang kelas SD Kawengen 02 Ungaran Timur saat dibongkar untuk dilakukan rehabilitasi. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Kondisi empat ruang kelas SD Kawengen 02 Ungaran Timur saat dibongkar untuk dilakukan rehabilitasi. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Semarang lakukan rehabilitasi empat ruang kelas yang atapnya ambrol.

Empat kelas tersebut ada di dua sekolah yakni SD Kawengen 02 Ungaran Timur dan SD Wonorejo 03 Pringapus.

Kedua SD tersebut memiliki kerusakan yang sama atap kelas ambrol karena dimakan rayap ditambah lagi diwilayah Kabupaten Semarang diguyur hujan sehingga kelembapan tinggi.

Plt Kepala SD Kawengen 02 Ungaran Timur Suharto mengatakan luasan bangunan yang rusak ada 32 meter persegi.

Pekerjaan mayor ada diatap. Kondisi atap sendiri setelah dilakukan pembongkaran terdapat banyak rayap dan rawan rengat.

Ruang kelas ini mulai dikosongkan sejak awal tahun ajaran baru atau bulan Juli 2025 lalu.

"Ini sudah mulai pengerjaan. Untuk atap semua diganti tidak ada unsur kayu yang digunakan karena memang rawan rayap. Rencananya diganti besi. Kontrak rehabilitasi kelas selesai Desember. Tentu sementara ini anak-anak bergantian masuknya kita lakukan shif,"jelasnya ketika ditemui. Rabu (18/11).

Suharto menilai belajar dengan sistim shift ini tidak efektif. Ia mencontohkan kelas 1, 2, dan 3 masuk pagi dijam 10 kelas 4,5, dan 6 mulai datang kondisi di kelas sudah tidak kondusif.

Anak-anak sudah mulai mengintip kelas yang akan digunakan sedangkan didalam masih ada kelas lain.

Bahkan sekolah terpaksa memotong jam belajar siswa untuk kelas yang bergantian.

SD Kawengen 02 sendiri memiliki 11 romber dengan jumlah murid 262. Hal tersebut membuatnya berharap rehabilitasi atap yang roboh bisa segera selesai.

Keputusan serupa juga dilakukan SD Negeri Wonorejo 03, Kecamatan Pringapus. Empat kelas disana juga mengalami kerusakan pada atap hingga ambrol.

Di ruang kelas yang berukuran 7x8 meter itu, tampak lubang besar di bagian atap. Kepala SD Negeri Wonorejo 03, Sritini mengatakan untuk menjaga keselamatan siswa, pihak sekolah terpaksa mengosongkan empat ruang kelas yang rusak berat akibat atap dan plafon ambruk.

Kerusakan awal mulai terlihat sejak 2023, namun saat itu masih tergolong ringan dan sudah diperbaiki dengan tambal sulam.

Namun, memasuki 2024, kerusakan semakin parah. Puncaknya terjadi pada akhir September 2024 ketika atap plafon ambrol saat malam hari.

"Pagi untuk siswa kelas 1 dan 2, kemudian kelas 5 dan 6. Setelah anak-anak pulang, kelas 3 dan 4 belajar mulai siang,"ungkapnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Agung Galih H mengatakan kedua SD tersebut sudah teranggarkan untuk dilakukan rehabilitasi. Secara rinci Agung menjelaskan untuk SD Kawengen 02 Ungaran Timur dengan anggaran Rp 261.540.244 sedangkan SD Wonorejo 03 Pringapus Rp 264.924.000 semuanya selesai dibulan Desember 2025. Agung juga mengatakan kerusakan kelas mendominasi pada atap. Pihaknya menekankan kepada seluruh sekolah untuk terus melakukan pengecekan kelas hingga fasilitas sekolah lainnya. Sehingga jika terlihat ada yang rusak atau perlu perbaikan bisa segera ditindaklanjuti.

"Kedua SD sudah dilakukan rehab pada kelas yang atapnya abrol. Kami juga terus mengingatkan ke seluruh sekolah untuk terus selalu mengecek kondisi bagunan sekolah baik itu kelas atau pun fasilitas lainnya. Sehingga tidak menunggu rusak parah dulu baru diperbaiki,"pungkasnya.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sekolah Rusak #ungaran