Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

BPJS Ketenagakerjaan Ungaran Serahkan Penghargaan Paritrana Award kepada Tahubaxo Bu Pudji

Adrianto Ismawan • Kamis, 6 November 2025 | 18:47 WIB
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ungaran, Mulyono Adi Nugroho, menyerahkan penghargaan Paritrana Award 2025 kepada Tahubaxo Bu Pudji.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ungaran, Mulyono Adi Nugroho, menyerahkan penghargaan Paritrana Award 2025 kepada Tahubaxo Bu Pudji.

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ungaran, Mulyono Adi Nugroho, menyerahkan penghargaan Paritrana Award 2025 kepada Tahubaxo Bu Pudji.

Acara tersebut dihadiri oleh Sri Lestari, owner, dan Didik Trimurdodo, Direktur Utama.

Nugroho menyampaikan bahwa perusahan-perusahaan yang berhasil meraih Paritrana Award 2025 adalah sebagai berikut:

Kategori usaha besar-menengah, yakni Semarang Autocomp Manufacture Indonesia (Semarang), Sumber Bintang Rejeki (Kabupaten Semarang), dan Sejin Fashion Indonesia (Pati), kategori usaha kecil-mikro, yakni Tahu Baxo Bu Pudji (Kabupaten Semarang), Legutz' Bakery (Klaten), dan Kue Pia King (Temanggung).

Ia menjelaskan Paritrana Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha yang berkomitmen tinggi dalam mendukung penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya kolektif dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif berkelanjutan dan merata hingga seluruh kelompok daerah," katanya di sela penyerahan Paritrana Award 2025.

Ia menilai Tahubaxo Bu Pudji telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mendorong perlindungan pekerja, khususnya pekerja informal dan nonformal.

"Upaya ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kepesertaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menegaskan kembali kehadiran negara bagi seluruh pekerja Indonesia," katanya.

Nugroho juga menyampaikan bahwa ini adalah bentuk apresiasi, motivasi dan menjadi inspirasi mereka untuk bisa lebih banyak peran.

Dia mengakui perlindungan tenaga kerja masih menghadapi pekerjaan rumah, terutama untuk cakupan terhadap sektor pekerja bukan penerima upah, baik pekerja informal maupun nonformal.

"Karena PR (Pekerjaan Rumah) kita masih banyak untuk 'coverage' BPJS ketenagakerjaan. Kalau yang ada di dunia kerja, yang ada pemberi kerja, lebih mudah karena kita tinggal mengawasi. Yang berat-berat itu adalah bagaimana bisa meningkatkan 'coverage' untuk yang bukan penerima upah," katanya.

Editor : Tasropi
#BPJS KETENAGAKERJAAN