RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang mencatat ada sembilan rumah rusak dan tujuh pohon tumbang setelah hujan angin yang melanda Kabupaten Semarang.
Sembilan rumah dan tujuh pohon tumbang terjadi di Kecamatan Tuntang. Ada juga bengkel di wilayah Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang ambruk saat terjadi hujan deras dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan rumah rusak karena tertimpa pohon tumbang.
Pihaknya membenarkan adanya laporan ke BPBD Selasa (4/11) sekitar pukul 12.30 siang hujan dengan intensitas tinggi disertai angin melanda Kabupaten Semarang.
Alex menegaskan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun pihaknya masih terus bersiaga karena cuaca ekstrem masih lanjut sampai awal 2026 mendatang.
"Betul ada sembilan rumah dan tujuh pohon tumbang. Sampai kemarin pukul 9 malam kita lakukan pembersihan. Pagi ini sudah aman masyarakat sudah kembali beraktivitas. Meskipun demikian kami mewanti-wati kemasyarakatan untuk tetap waspada,"ungkapnya ketika ditemui. Rabu (5/11).
Alex merinci di Desa Seraten RT 2 RW 1 ada tiga rumah, Desa Gedangan RT 1, 2, 3, 4, 6 ada enam rumah. Desa Padaan Rt 3 Rw 7.
Saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya penanggulangan bencana yang terjadi. Komunikasi hingga ke lini paling bawah yakni RT masih terus dilakukan BPBD. Masyarakat juga diminta untuk melakukan mitigasi siap siaga terus dilakukan.
Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat yang rumahnya memiliki pohon besar bisa mengurangi batang pohon. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi resiko tertimpa pohon.
"Cuaca ekstrem ini masih terjadi hingga awal 2026. Sehingga waspada bencana masih terus dilakukan,"lanjutnya.
Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang meninjau langsung lokasi tersebut meminta masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem saat ini.
Selain di Sraten, Gedangan, dan Bener, laporan pohon tumbang juga terjadi di Karangduren. Karena curah hujan tinggi masih terus berlanjut Ngesti menekankan kepada masyarakat Kabupaten Semarang agar waspada.
"Jika ada pohon yang membahayakan, maka segera dipotong. Musala di Sumber Air Senjoyo juga mengalami kerusakan. Kami merasa prihatin kepada warga yang menjadi korban bencana alam yang terjadi akibat fenomena alam yang ekstrem ini. Tentu pemerintah akan memberi bantuan,"pungkasnya. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi