Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

198 Bencana Alam Terjadi di Kabupaten Semarang hingga Oktober 2025, Didominasi Tanah Longsor

Maria Novena Sinduwara • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:33 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat lakukan pengecekan alat Bandan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang di Alun-alun Bung Karno Kalirejo Ungaran Timur. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat lakukan pengecekan alat Bandan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang di Alun-alun Bung Karno Kalirejo Ungaran Timur. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang lakukan apel kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2025 di Alun-alun Bung Karno Kalirejo Ungaran Timur.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai melakukan pengecekan alat milik BPBD tersebut mengatakan wilayah Kabupaten Semarang masih akan terus menerima cuaca ekstrem menurut BMKG.

 Baca Juga: ASN di Salatiga Diminta Jadi Anggota KKMP, Kadinkop: Jika Ada Keberatan akan Dikaji Ulang

Oleh karena itu pihaknya menekankan masyarakat tetap waspada. Hujan deras secara mendadak pun masih tetap akan terjadi bahkan ditambah dengan angin kencang.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dan kerjasama lintasal dari TNI dari Polri dari BPBD dari relawan dari masyarakat dan dukungan semua pihak.terkait bencana yang ada di Kabupaten Semarang. 

"Apel kesiapsiagaan ini dalam rangka penanggulangan terhadap bencana di tahun 2025. Ini sampai awal tahun 2026 karena menurut BMKG prediksi curah hujan cukup tinggi masih terus berlanjut,"jelanya. Kamis (30/10).

Ngesti merinci sejak Januari 2025 hingga 29 Oktober 2025 bencana di Kabupaten Semarang meliputi banjir 13, 42 kebakaran rumah, kebakaran lahan tiga, angin puting beliung 15, tanah longsor 71, kekeringan 22, gempa bumi satu, kejadian non bencana ada 31 kejadian.

Berkaitan dengan kesiapan peralatan milik BPBD Ngesti mengatakan secara bertahap terus dilakukan kelengkapan. Bahkan alat berat jika diperlukan BPBD juga sudah ada.

Di tahun ini BPBD dari Kota ataupun Kabupaten yang berada disekitar Kabupaten Semarang turut hadir. Hal tersebut dinilai Ngesti untuk memperkuat dan mengambil langkah tepat dan cepat. 

"Kita juga lakukan kolaborasi dengan Kota Salatiga, Kabupaten Boyolali. Seandainya ada kebencanaan di suatu tempat yang berbatasan langsung ini kita bisa saling bantu membantu-membantu,"lanjutnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan saat ini terus membangun sinergitas untuk mempermudah informasi.

Sehingga mempermudah penanganan maupun mempermudah bagaimana BPBD melaksanakan antisipasi segala bentuk kebencanaan di Kabupaten Semarang.

Alex menyebutkan Kecamatan Suruh Beringin Bancak Kaliwungu sering terjadi angin puting beliung. Kemudian untuk banjir ada di Kecamatan Ungaran, Ambarawa, Tuntang hingga Susukan.

Sedangkan yang diwaspadai paling utama wilayah lereng Gunung dalam hal ini ada di Kecamatan Banyubiru, Getasan, Sumowono, dan Jambu.(ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#BENCANA #Kabupaten Semarang #ungaran