RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Komite dari perwakilan orang tua murid SD Negeri 01 Ungaran menggelar pertemuan buntut kasus keracunana Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.
Ketua Komite SD Negeri 01 Ungaran Bambang Muntaha mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut MBG akan dihentikan dulu sampai hasil laboratorium keluar.
Bambang mengatakan sebagian dari wali murid menyuarakan tidak lagi mau menggunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo Ungaran lagi.
Ada juga sebagian dari orang tua murid masih memberikan toleransi. Namun pada intinya pihak komite pun juga tidak bisa memutuskan.
Karena keputusan ada di Badan Gizi Nasional. Bambang merinci beberapa usulan dari orang tua murid mulai dari meminga SPPGnya diganti, menu MBG yang dinilai kurang bergizi.
Orang tua murid mengingkan menu sederhana tapi bergizi hingga kelayakan higenitas dapurnya.
"Jika memang SPPG tersebut masih ditunjuk oleh BGN kami menekankan untuk SPPG bisa memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan. Ini program pemerintah pusat yang tetap harus dijalankan namun tetap kewaspadaan untuk anak-anak agar tidak keracunan lagi tetap menjadi prioritas,"jelasnya.
Orang tua murid pun setuju untuk meminta adanya perbaikan dari SPPG Sidomulyo Ungaran Timur. Mulai dari soal memasaknya, hingga menu yang sederhana namun bergizi.
Bambang mengatakan pertemuan ini untuk meredam dan meneduhkan orang tua murid setelah peristiwa keracunan kemarin.
Meski tidak diundang pihak SPPG diketahui juga turut hadir dalam rapat tersebut. Diketahui SPPG Sidomulyo Ungaran yakni Happy Berkah Bersaudara yang baru saja diremikan diawal September lalu.
"Soal penolakan juga tadi wali murid menginginkan ada satu edaran bahwa terkait kesediaan orang tua murid anaknya menerima atau memakan menu MBG. Tapi kami pihak komite tidak bisa menjawabnya. Bahkan juga tadi dari pihak SPPG Happy pun tidak bisa menjawab karena ini merupakan program dari pemerintah pusat,"lanjutnya.
Sementara itu Wali murid Kelas 6a Setiasih mengatakan ada dua kelas dari kelas 2c dan 5b yang menolak menerima MBG.
Informasi yang dirinya dapat saat pertemuan mulai Rabu (1/10) hingga waktu yang belum ditentukan SPPG Sidomulyo berhenti mengirim MBG di SD Negeri 01 Ungaran.
"Belum tau sampai kapan. Informasinya sampai hasil laboratorium yang kemarin anak-anak keracunan keluar,"timpalnya.
Meski anaknya tidak menjadi korban di 20 siswa yang mengalami indikasi keracunan, namun tetap peristiwa kemarin membuatnya was-was.
Sementara Kepala SD Negeri 01 Ungaran Irmayani mengatakan pertemuan yang diinisiasi komite menjadi sarana untuk menyampaikan keluhan orang tua murid.
Karena ada kejadian seperti kemarin para orang tua tentunya menginginkan tidak ada lagi kejadian seperti kemarin.
Irma juga mengatakan untuk dua anak yang dilarikan ke RSUD Ungaran masih dirawat disana. Untuk enam anak masih dirumah.
Yang lain sudah masuk sekelah. Ketika ditanya adakah penambahan laporan dari murid anak yang mengalami keluhan seperti keracunan, Irma mengatakan masih ada laporan masuk ke sekolah setelah jam pulang.
Pihak sekolah pun saat ini masih terus menunggu rekomendasi dari BGN terkait kasus dugaan keracunan puding di menu MBG.
“Beberapa lima anak sampai tujuh anak mengeluh mual dan pusing saat sudah dirumah,”jelasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi