RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang masih lakukan investigasi terkait kasus keracunan setelah siswa mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 01 Ungaran.
Saat ditemui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Noor Hidayat mengatakan sudah membentuk tim khusus gerak cepat keracunan.
Dirinya mengkalim dalam waktu 10 menit timnya sudah sampai ke lapangan untuk menangani kasus keracunan yang terjadi di SD Negeri 01 Ungaran. Pihaknya juga memastikan tidak ada sekolah lain yang terindikasi keracunan.
Namun tersebarnya berita diduga keracunan MBG di SD Negeri 01 Ungaran membuat sikologis siswa atau kekhawatiran karena satu dapur membuat siswa merasakan hal seperti indikasi keracunan.
"Jadi, tadi dalam waktu 10 menit, tim kita sudah nyampe lapangan dan kita tangani. Mual muntah itu ada 20 siswa. Tapi alhamdulillah karena cepatnya penanganan hari ini sudah pulang ke rumahnya masing-masing,"katanya.
Berkaitan dengan yang dilarikan ke RSUD, Syaiful menengatakan sudah dibawa pulang. Namun ada satu anak yang dibawa ke RS Hermina karena kemauan orang tuanya. Syaiful juga mengatakan dari laporan yang masuk baru di SD Negeri 01 Ungaran.
"Sebetulnya bukan parah, tapi kekhawatiran dari orang tuanya dibawa ke Hermina, tapi ini saya konfirmasi sudah di bawah pulang. Kita baru investigasi ya karena tidak semua kan gitu. Hanya 20 apa memang pada waktu itu alergi atau apa ini baru kita masukkan ke laboratorium nanti hasilnya saya kasih tahu,"lanjutnya.
Disinggung soal sertifikat higenis pada dapur, Syaiful mengatakan saat ini masih terus diketati. Dari SPPG diminta mengurus perizinannya untuk segera melengkapi.
Pihaknya sudah merapatkan dengan mitra semua SPPG untuk segera mengurus persyaratan SLHS atau layak sehat.
Sehingga untuk dapur bisa lebih hati-hati. Pihaknya menjelaskan Pemerintah Kabupaten Semarang tidak memiliki wewenang untuk memeberhentikan hanya sudah melakukan laporan ke Badan Gizi Nasional perihal kejadian tersebut. Karena yang berhak menindak ada BGN.
"Dapur di Kabupaten Semarang yang sudah memiliki SLHS baru satu dari 28 dapur. Untuk laporan baru ini,"terangnya. (ria)
Editor : Baskoro Septiadi