RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Karang taruna Dusun Sumurup Desa Asinan Kecamatan Bawen lakukan gebrakan dengan loma dayung, titih bambu, hingga perahu hias.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80 tahun.
Ribuan warga sekitaran Rawa Pening sejak pukul 8 pagi sudah lengkap memakai topi dan payung untuk menyaksikan lomba dayung.
Ketua Panitia Lomba Dayung 2025 Ginanjar Ari mengatakan lomba dayung sudah dilakukan sejak tahun 1996.
Namun hanya lomba fun tidak semeriah tahun 2025. Bahkan di tahun ini ada uang pembinaan bagi para juara hingga Rp 11 juta.
"Sebetulnya sudah sejak 1996 ada kegiatan ini tapi memang kali ini kita upayakan yang meriah. Apalagi lomba dayung juga lagi ramai. Kita padukan dengan budaya dan pariwisata yang ada di Dusun Sumurup,"ungkapnya saat ditemui usai acara. Minggu (24/8).
Lomba dayung sendiri diikuti oleh 27 perahu, dengan masing-masing tiga orang disatu perahu. Sedangkan untuk lomba perahu hias ada 11 peserta.
Seluruh peserta yang ikut dari wilayah sekitar Rawa Pening mulai dari Kecamatan Bawen, Tuntang hingga Ambarawa.
Ginanjar mengatakan tak hanya sekedar lomba saja lomba dayung ini juga menuju ke lomba dayung profesional. Pihaknya juga mencari Bibit atlet untuk Kabupaten Semarang.
"Ini paket komplet bisa menikmati wisata ini jalur kereta wisata Ambarawa ada juga Rawa Pening. Olahraganya dengan lomba-lomba sehingga kita tarik wisatawan lewat lomba dayung ini. Kita mempunyai harapan tahun depan bisa lebih profesional lagi lomba dayungnya,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi