RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dalam seminggu belakangan terjadi empat kecelakaan di wilayah Kabupaten Semarang. Tiga diantaranya melibatkan truk atau angkutan logistik.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani mengatakan pihaknya melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Pihaknya melaksanakan penyelidikan baik olah di TKP maupun sopir dan kendaraan tersebut.
Segi kesehatan Lingga menegaskan sopir tersebut setelah tes urine dinyatakan negatif kemudian untuk tes alkohol juga negatif.
Lingga juga menegaskan berkaitan dengan over kapasitas atau dimensi tidak.
"Kita temukan sopir belum menguasai jalur dan kurang konsentrasi. Ini yang kami temukan di lapangan. Untuk fatalitas dalam sepekan kemarin ada satu yang md,"ungkapnya usai pembagian bendera Merah Putih di sekitar traffic light Simpang Alun-Alun Lama Ungaran. Jumat (8/8).
Sementara itu berkaitan dengan evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025, Lingga mengatakan kelompok usia produktif menjadi penyumbang terbesar pelanggaran tertib dan disiplin berlalunlintas di Kabupaten Semarang.
Begitu pula angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kabupaten Semarang. Namun, angka pelanggaran tertib berlalu lintas masih menjadi perhatian.
"Pada pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2025, Polres Semarang telah menindak 2.423 pelanggaran tertib dan disiplin berlalulintas. Umumnya merupakan pengendara kelompok usia produktif atau umur 20 hingga 30 tahun,"lanjutnya.
Lingga juga mengatakan pengendara kelompok usia pelajar juga masuk dalam tindak dalam Operasi Patuh Candi 2025.
Dari fakta-fakta yang ada Satlantas Polres Semarang akan terus melakukan edukasi tertib dan disiplin berlalu lintas kepada masyarakat, khususnya kelompok usia produktif.
Selain upaya represif melalui penindakan pelanggaran pihaknya juga mengedepankan upaya preemtif.
"Baik melalui penyuluhan-penyuluhan tentang perilaku berlalu lintas yang berkeselamatan hingga sosialisasi pentingnya disiplin berlalu lintas oleh dikmaslantas,"pungkasnya.(ria)
Editor : Baskoro Septiadi