Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jembatan Kaligung Perbatasan Kalirejo-Sidomulyo Kabupaten Semarang Dibongkar, Ditutup 120 Hari

Falakhudin • Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:04 WIB
Jembatan Kaligung Perbatasan Kalirejo-Sidomulyo Dibongkar, Ditinggikan, Ditutup 120 Hari
Jembatan Kaligung Perbatasan Kalirejo-Sidomulyo Dibongkar, Ditinggikan, Ditutup 120 Hari

 

RADARSEMARANG.ID — Kaligung merupakan salah satu sungai yang melintas di pusat kota Ungaran.

Luas Daerah Aliran Kaligung mencapai 11.05 km² dengan panjang sungai mencapai 9,79 km dari hulu ke hilir. 

Pada musim hujan dengan intensitas yang tinggi Kaligung kerap kali mengalami peningkatan debit hingga menyebabkan sungai meluap dan menggenangi kawasan Jl MT Haryono Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur. 

Baca Juga: Pertama Kali Gus Iqdam Kholid Akan Mengaji di Wujil-Ungaran, Ini Waktu dan Lokasinya

 

Hal ini juga dipicu karena adanya perubahan fungsi tata guna lahan dimana adanya pembangunan wilayah pemukiman di daerah resapan air di wilayah Kecamatan Ungaran Timur.

Di Kabupaten Semarang tepatnya di wilayah Ungaran Timur, daerah yang dahulu merupakan daerah terbuka untuk resapan air sekarang ini berubah fungsi menjadi daerah pemukiman. 

Perubahan tata guna lahan yang terjadi di wilayah Ungaran Timur menyebabkan berkurangnya daya resap tanah dan terganggunya daerah aliran Kaligung, sehingga aliran permukaan (runoff) menjadi semakin besar.

Baca Juga: Mengenal Sosok Manaqib Syekh Hasan Munadi Ungaran Yang Selalu Dihadiri Jutaan Peziarah Saat Malam Selikuran dan Setiap Harinya

 

Pada akhirnya kondisi inilah yang menyebabkan timbulnya genangan ketika musim hujan di beberapa lokasi karena debit limpasan yang ada sudah tidak dapat lagi tertampung oleh kapasitas saluran. 

Setiap hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi, sering terjadi banjir di kawasan Jalan MT Haryono, Ungaran Timur. 

Banjir merendam beberapa kawasan Ungaran Timur setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur selama kurang lebih 2 jam. 

Banjir yang diakibatkan meluapnya Kaligung tersebut menggenangi jalan dan pemukiman warga.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha tempo lalu sempat meninjau lokasi langganan banjir akibat luapan Kaligung di perbatasan Kelurahan Kalirejo dan Kelurahan Sidomulyo.

Didampingi Kepala DPU Valeanto Sukendro, Lurah Kalirejo Jarwo Supriyadi serta Lurah Sidomulyo Evan Prasetianto, Bupati melihat langsung aliran Kaligung dari atas jembatan tepat di sisi Barat tugu perbatasan kedua kelurahan.

 

Setelah itu, Bupati dan rombongan melihat aliran sungai itu yang melintasi dan membelah kompleks perumahan The Amaya.

Kepala DPU Valeanto Sukendro di sela-sela kunjungan menjelaskan banjir menggenangi sebagian ruas jalan MT Haryono setiap kali terjadi hujan deras. 

Ruas jalan itu merupakan salah satu akses utama dari pusat Kota Ungaran ke Alun Alun Bung Karno Kalirejo. 

Sehingga warga yang akan menuju pergi dan pulang ke Kalirejo harus memutar mencari jalan menghindari genangan air setinggi lutut orang dewasa itu.

 

Dikatakan, rencana awal akan dibuat beberapa tempat tangkapan air (catchment area) untuk menahan aliran air sungai. 

Beberapa tanah eks bengkok di Kelurahan Sidomulyo dan Susukan di bagian hilir sungai akan dimanfaatkan untuk membuat tempat tangkapan itu. 

“Rencana ini akan Kita bahas lebih dulu,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, sebenarnya sudah ada satu tempat tangkapan air yang dikembangkan pihak pengelola perumahan itu.

Namun menurut Sukendro tempat itu perlu ditata lagi agar dapat berfungsi maksimal.

Rondian merinci rencana pembuatan kolam retensi untuk menampung sementara air sungai. 

Dengan begitu, debit air yang besar akibat hujan deras akan dapat mengalir dengan lebih perlahan.

 

Lurah Kalirejo Jarwo Supriyadi yang juga ikut dalam rombongan menambahkan sebenarnya dahulu kontur Kaligung itu berkelok-kelok. 

Sehingga secara alami dapat menahan derasnya air saat terjadi hujan lebat di wilayah hulu.

Sering Banjir di kawasan tersebut terjadi karena sungai Kaligung yang memisahkan Jalan MT Haryono dengan Jl Jatirejo Raya pasti meluap kalau hujan berjam-jam.

Praktis akses kedua wilayah antara Ungaran Barat dan Ungaran Timur terputus. Aliran air dari Kaligung yang melimpas ke jalan raya sangat deras.

Sementara itu Hasil konfirmasi degan Kepala DPU Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro, S.Sos, M.Si, “Bahwa benar akan dilakukan perbaikan jembatan Kaligung Kalirejo mulai hari Senin, 28 Juli 2025,” ujarnya. 

 

Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik

 

Bagi warga yang mau melintasi jalan tersebut silahkan mencari jalan alternatif yang lainnya.

Karena Jembatan Kaligung yang berada di jalan MT Haryono depan Perumahan Amaya akan di bongkar total, lalu lintas arah Kalirejo di alihkan.

Proyek Jembatan Kaligung
Proyek Jembatan Kaligung

 

Dari Kalirejo ke Ungaran atau Semarang lewat jalan Exit Tol Ungaran maupun sebaliknya arah dari Semarang maupun Ungaran.

Jalan tersebut ditutup selama 120 hari. 

Jembatan Kaligung sudah mulai Dibongkar, rencana akan diperlebar dan ditinggikan sesuai arah benang tersebut kata seorang pekerja bangunan. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur #Kecamatan Ungaran Timur #kaligung #perumahan The Amaya #kelurahan kalirejo #Jembatan Kaligung Sidomulyo #Ngesti Nugraha #Ungaran Barat #Kelurahan Kalirejo Ungaran Timur #Jembatan Kaligung #jalan mt haryono #Alun Alun Bung Karno Kalirejo #Susukan #Jarwo Supriyadi #Aliran Kaligung #Kelurahan Sidomulyo #hujan deras #exit tol ungaran #Jembatan Kaligung Kalirejo #Lurah Sidomulyo Evan Prasetianto #Bupati Semarang Ngesti Nugraha #Lurah Kalirejo Jarwo Supriyadi #Jembatan Kaligung Ungaran Timur #Ungaran Timur #Catchment Area #Perumahan Amaya #Kepala DPU Valeanto Sukendro #Kabupaten Semarang #ungaran #Kota ungaran