Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Viral Soal Permintaan Motor Yamaha N-Max Untuk Hadiah Pensiun, Sekda Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto Bilang Begini

Maria Novena Sinduwara • Rabu, 30 Juli 2025 | 12:56 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Media sosial ramai oleh unggahan yang membeberkan dugaan adanya pungutan atau iuran wajib bagi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Kabar ini pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram @dinaskegelapan_kaptensemarang.

Dalam unggahan tersebut menampilkan sebuah foto yang diduga merupakan slide presentasi rincian pengumpulan dana.

Tertulis dengan jelas rincian iuran yang dibebankan kepada 25 Perangkat Daerah (PD) dan 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Semarang.

Rincian tersebut disebutkan bahwa dana yang terkumpul akan dibelikan sebuah sepeda motor Yamaha N-Max seharga sekitar Rp 35.000.000 dan sebuah karikatur senilai +/- Rp 2.000.000.

Yang membuat publik semakin terperangah, dalam slide itu juga tercantum dengan sangat jelas instruksi penyetoran dana.

Disetorkan Paling lambat Tgl 30 Juli 2025 ke Bagian Umum Setda atau transfer ke Rek. Bank Jateng A.n. LISA REVANIA 20222*****.

Dana tersebut disebut-sebut akan digunakan untuk membeli hadiah purnatugas atau pensiun bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, yang akan memasuki masa pensiun pada Agustus atau September mendatang.

Diketahui dari dokumen kepegawaian Pemerintah Kabupaten Semarang, nama Lisa Revania, S.E., M.M., tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang. 

Saat dikonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto membantah terkait adanya pungli tersebut.

Ia juga mengatakan tidak tau sama sekali terkait adanya pungutan tersebut.

"Gila itu. Demi Allah saya tidak pernah minta-minta seperti itu. Coba ditanyakan ke kepala bagian ada tidak pungutan tersebut. Tidak benar, tidak waras itu. Tau saja tidak saya terkait itu,"jelasnya.

Djarot menyangkan adanya pemberitaan tersebut. Secara tegas Djarot juga akan melakukan langkah hukum. Baginya ini merupakan fitnah.

"Kalau ketemu orangnya saya tuntut untuk langkah hukum,"tegasnya. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pemkab Semarang #Yamaha N-Max #SEKDA