Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Demo ODOL, Wilayah Ungaran Macet Panjang

Maria Novena Sinduwara • Jumat, 20 Juni 2025 | 23:46 WIB
Puluhan sopir truk blokade jalan Diponegoro, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang tepatnya di depan DPRD Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Puluhan sopir truk blokade jalan Diponegoro, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang tepatnya di depan DPRD Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang

 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Penolakan aturan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dilakukan para sopir truk berimbas pada kemacetan di wilayah Ungaran.

Tumpukan kendaraan pribadi hingga angkutan umum terpaksa dialihkan karena adanya demo tersebut.

Sepanjang jalan Ahmad Yani yang biasa lancar kali ini terlihat padat hingga kemacetan terjadi karena pengalihan arus lalulintas. 

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan pengalihan arus dilakukan guna menghindari kemacetan panjang di jalan raya Semarang - Solo.

Beberapa alternatif yang dilakukan denga pengalihkan arus lalu lintas dari arah Bawen menuju ke Semarang melalui jalan Slamet Riyadi.

Sementara arus lalu lintas dari Semarang menuju Bawen dialihkan melalui jalan Ahmad Yani.

"Kita alihkan lalu lintas sementara hingga demo selesai. Tadi saya juga sampaikan ke perwakilan dari para pengunjuk rasa. Dan kita sepakati tidak ada penindakan di masa transisi. Bahkan saya berikan nomor telepon saya jika ada anggota saya yang mencari cari kesalahan para sopir,"jelasnya. Jumat (20/6).

Dalam aksinya para sopir sempat memberhentikan sejumlah truk yang melintas di jalan Diponegoro, mereka meminta truk yang melintas untuk berhenti dan melakukan aksi yang sama sebagai bentuk solidaritas.

Sempat terjadi ketegangan dalam aksi ini karena beberapa sopir ingin melanjutkan perjalanan untuk melakukan pengiriman barang.

Namun aksi ini dapat diredam oleh aparat dari Polres Semarang sehingga aksi unjuk rasa berjalan aman.

Pasetyo salah seorang sopor truk mengaku aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dari para sopir karena merasa dirugikan secara sepihak dengan adanya aturan 'ODOL'.

Ia meminta aturan ini dilihat lebih lanjut agar tidak memberatkan bagi para sopir.

"Kita sopir di lapangan cari duitnya juga tertib. Tidak semua melanggar. Tapi terkadang di jalan ada timbul salah paham dan salah pengertian, sehingga kita sebagai sopir merasa ditekan. Selain 'ODOL' ada masalah lain sebenarnya yang memberatkan kita seperti pungli,"ungkapnya.

Sekitar pukul 1 siang usai menyampaikan aspirasi di DRPD Kabupaten Semarang para sopir kemudian membubarkan diri dan jalan Diponegoro, Ungaran. Kembali dibuka dua arah baik ke Arah Bawen maupun Semarang. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#sopir truk #ODOL #Demo