Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dosen Asal Bergas Kidul Kabupaten Semarang Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah di Kamar Kos Depok Sleman, Polisi Selidiki Motifnya

Falakhudin • Kamis, 24 April 2025 | 12:41 WIB
Dosen Asal Bergas Kidul Kabupaten Semarang Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah di Kamar Indekos Depok Sleman, Polisi Selidiki Motifnya
Dosen Asal Bergas Kidul Kabupaten Semarang Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah di Kamar Indekos Depok Sleman, Polisi Selidiki Motifnya

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Seorang pria berinisial MN, 30, asal Semarang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan sudah membusuk.

Diketahui, korban merupakan dosen yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Jogja.

 

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian mengatakan, penemuan jasad tersebut berawal dari kecurigaan pemilik indekos yang mencium bau tidak sedap dari salah satu kamar yang tidak terlihat aktivitas penghuninya.

Selain itu, pemilik indekos juga mendapat laporan dari penghuni indekos lain.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pemilik kos, ditemukan bahwa korban sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah,” ujarnya.

 

Dia menyebut, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari.

Hal itu berdasarkan keterangan dari para saksi.

Di mana bau tidak sedap tersebut sudah mulai tercium sejak Sabtu.

Namun, hal itu masih akan dipastikan lagi lewat pemeriksaan forensik.

“Nanti hasilnya dari forensik. Memang ada keterangan saksi kalau sebenarnya dari Sabtu kemarin sudah mulai ada aroma tidak enak,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar, terdapat luka di tubuh korban.

 

 

Namun, Adrian belum menyebut secara detail bagian yang terdapat luka.

Terkait adanya luka atau penyebab kematian, polisi masih menunggu hasil dari tim forensik.

Selain itu, sejumlah barang dan rekaman CCTV juga diamankan polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Ada beberapa barang yang kami ambil yang kami anggap itu berkaitan dengan penyebab kematian,” jelasnya.

 

 

Saat ini, korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi setelah menjalani pemeriksaan awal selama 3,5 jam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban MN merupakan dosen yang melanjutkan pendidikan di Jogja.

Namun, Adrian bilang bahwa informasi tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

“Kalau dari informasinya, korban ini dosen, tapi lanjut pendidikan lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, polisi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait adanya kemungkinan MN sebagai korban pembunuhan.

Polisi masih menunggu hasil autopsi keluar.

 

“Mengenai adanya dugaan pembunuhan atau tidak, itu nanti tunggu hasil forensik,” ucapnya.

Pemilik indekos, Dimas menuturkan, penemuan jasad korban berawal dari laporan bau tak sedap yang diterima sekitar pukul 07.50.

Mendapat laporan itu, dia langsung datang untuk mengecek.

“Saya buka gordennya, ternyata sudah (meninggal dunia). Terus saya langsung turun, bilang ke Pak RT,” tuturnya.

Dia mengatakan, korban merupakan penghuni terlama di indekosnya. Sepengetahuannya, selain sebagai mahasiswa pascasarjana, korban juga bekerja sebagai pengajar.

 

“(Korban) kerja ngajar, tapi nggak tahu ngajarnya di mana. Setahu saya dia lanjut S3. Ini ada datanya dari UGM, dilihatin dari laptop. Terakhir dia S2,” ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (17/4/2025) lalu. Saat itu korban terlihat sedang mengambil pesanan makanan lewat ojek online. Menurut Dimas, korban dikenal sebagai pribadi yang baik. “Nggak ada curiga, dia ramah sama tetangga juga,” katanya.

Polresta Sleman masih terus melakukan penyelidikan terkait dengan temuan mayat bersimbah darah yang merupakan seorang dosen asal Semarang. Saat ini sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa terkait peristiwa tersebut.

Kapolresta Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Penyelidikan kini memasuki pemeriksaan kepada para saksi. “Sementara ada empat saksi yang diperiksa, semuanya berstatus tetangga kos korban,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (23/4/2025)

Terkait dugaan penyebab kematian korban, Edy belum dapat menyampaikan. Polisi masih menunggu tuntasnya penyelidikan untuk dapat memastikan penyebab kematian korban. “Sekarang masih dalam penyelidikan. (Nanti, Red) diinfo ya,” ujar Edy.

 

Pihak Polresta Sleman sendiri sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan saat ini masih proses. Selain penyelidikan, kepolisian juga tengah menunggu hasil pemeriksaan forensik dari korban.

“Forensik itu kan butuh waktu. Jadi ditunggu saja karena memang masih proses olah TKP termasuk penyelidikan terkait identitas. Kemudian peristiwa-peristiwa yang mungkin ada kaitannya dengan penemuan jenazah tersebut,” ucap Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan.

Sebelumnya, mayat seorang pria ditemukan di sebuah kamar indekos di Padukuhan Manggung, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Selasa (22/4/2025) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tubuh bersimbah darah dan sudah membusuk. Adapun identitas korban berinisial MN, 30, warga Bergas, Kabupaten Semarang. Polisi belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai dugaan penyebab kematian korban.

 

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menyebut, pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini. Termasuk memeriksa saksi-saksi dan CCTV di indekos tersebut. Dia bilang, ada beberapa barang yang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 “Untuk terkait masalah luka atau penyebab, mungkin nanti dari hasil tim forensik,” ujarnya. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#rumah sakit bhayangkara #pendidikan pascasarjana #tim forensik #Dosen Asal Bergas Kidul #bersimbah darah