RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Warga Dusun Pere Desa Sukoharjo Kecamatan Pabelan gelar kegiatan jamasan di hari kedua Lebaran Selasa (1/4/2025) Pagi.
Jamasan tersebut dilakukan pada peninggalan alat perang Ki Ajar Tajuk dan Ki Jayeng Rana atau sering disebut warga sekitar bende.
Keberadaan bende Nyai Ceper tersebut diakui dan dihormati oleh masyarakat sekitar Desa Sukaharjo.
Plt Camat Pabelan Vega Lazuardi mengatakan kegiatan tersebut selalu dilakukan setiap tahun.
Upacara tradisi tersebut dilaksanakan pada hari kedua hari raya idul fitri.
"Memang dilaksanakannya setiap lebaran ke dua. Alhamdulillah antusias warga juga tinggi,"katanya.
Dulu ketika belum banyak orang mengenal upacara tersebut, jamasan diselenggarakan dihalaman orang yang membawanya.
Sekarang jamasan dilaksanakan di lapangan dusun. Kegiatan bermula dari Nyai Ceper diarak beramai-ramai kelapangan dusun.
Disediakan air bunga kenanga dalam mendeng atau pengaron dari tanah. Pusaka didoakan dengan cara kejawen.
Busana (pembungkus bende) dilepas pakaian dijejer urut dari yang pertama dilepas hingga yang terakhir, diletakkan urut ditali yang telah disediakan.
Petugas jamasan telah ditentukan bukan sembarang orang.
"Tentunya ini menjadi salah satu upaya kami menjaga kelestarian budaya yang ada nguri-uri budaya. Sehingga kami warga Pabelan terus menghormati pendahulu,"pungkasnya. (ria/bas)
Editor : Baskoro Septiadi