RADARSEMARANG.ID, Ungaran—Untuk mempererat sinergi di bidang perpajakan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Salatiga menggelar acara Tax Gathering, Kamis (28/11/2024).
Kegiatan tersebut digelar di Abimantrana Ballroom The Wujil Resort and Convention Ungaran, dibuka dengan kesenian Jaranan oleh siswa SMAN 1 Getasan.
Acara ini dihadiri sedikitnya 44 tamu undangan yang berasal dari Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi KPP Pratama Salatiga.
Selain itu, digelar Forum Konsultasi Publik yang menghadirkan tujuh pilar penting yang menjadi representasi berbagai elemen masyarakat, yang telah membantu KPP Pratama Salatiga untuk mengumpulkan penerimaan negara.
Kepala KPP Pratama Salatiga Rachmawan mengatakan, agenda rutin tahunan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diselenggarakan baik oleh Kanwil atau KPP daerah setempat ini bertujuan untuk mendorong dan membina Wajib Pajak, Petugas Pajak, dan Konsultan Pajak menjadi lebih dekat dan bersinergi dalam dunia perpajakan.
Dikatakan, acara Tax Gathering KPP Pratama Salatiga tahun ini mengusung tema Together Stronger atau Bersama Lebih Kuat.
“Tema ini sebagai simbol persatuan dan sinergi yang digagas sebagai landasan kuat untuk membangun negeri melalui peran serta dalam perpajakan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Menurut Rachmawan, dalam konteks perpajakan, setiap warga negara adalah pilar penting.
“Kontribusi kita bersama melalui pajak mendukung terciptanya fasilitas publik, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain,” katanya.
Karena itu, lanjut Rachmawan, Together Stronger bukan hanya slogan, tetapi sebuah panggilan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berdiri bersama dalam komitmen demi Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.
“Dengan semangat sinergi ini, KPP Pratama Salatiga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan, saling mendukung, dan berkontribusi sesuai peran masing-masing. Bersama memperkuat ketahanan bangsa, memperkokoh kedaulatan, dan memastikan bahwa generasi masa depan akan hidup dalam negeri yang lebih maju dan kuat,” paparnya.
Rachmawan juga membeberkan progres penerimaan pajak di KPP Pratama Salatiga hingga Oktober 2024.
Dikatakan, hingga akhir Oktober 2024, penerimaan pajak tumbuh 20 persen disbanding periode yang sama tahun lalu, yakni mencapai Rp 614 miliar.
Sedangkan hingga 26 November 2024, penerimaan pajak mencapai Rp 666 miliar.
“Pencapaian ini merupakan salah satu indikasi meningkatnya kepatuhan dan kesadaran para Wajib Pajak. Karena itu, dalam kesempatan ini kami ingin memberikan apresiasi penghargaan yang bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga simbol penghargaan tulus kami atas sumbangsih para Wajib Pajak semua,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Tengah 1 Nurbaeti Munawaroh mengatakan, Direktorat Jenderal Pajak tidak pernah berhenti dalam melakukan perbaikan dan pembenahan pelayanan perpajakan.
Hal ini tercermin dari pengembangan sistem pelayanan perpajakan yakni aplikasi CORETAX serta upaya KPP Pratama Salatiga untuk memperoleh predikat ZI-WBBM atau Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
“KPP Pratama Salatiga sudah memperoleh predikat Zona Integritas Wilayah yang Bebas dari Korupsi, dan ini merupakan upaya yang terus berkelanjutan. Ke depan harapannya KPP Pratama Salatiga bisa menjadi kantor yang berzona integritas wilayah birokrasi yang bersih dan melayani. Karena itu, tolong diingat bahwa pelayanan Direktorat Jenderal Pajak adalah tidak dipungut biaya. Kita hanya membayar pajak ke kas negara bukan ke orang pajak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, KPP Pratama Salatiga mengundang tujuh pilar penting yang menjadi representasi berbagai elemen Masyarakat, yaitu Instansi Pemerintah, Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, Akademisi, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat, dan Media Massa.
Ketujuh tokoh ini adalah sosok-sosok penggerak yang bersinergi untuk menjaga, mendidik, melindungi, dan memperkuat nilai-nilai yang ada di masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam pembangunan bangsa.
Mereka adalah Wakil Bupati Kabupaten Semarang H. Basari, S.T., M.Si.; Kepala Staf Korem 073/Makutarama (Kasrem) Letkol Arh Muda Setyawan, S.I.P., M.I.P.; Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Semarang AKP M. Aditya Perdana, S.T.K., S.I.K. dan Rektor Universitas Ngudi Waluyo Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum.
Selain itu, Ketua Serikat Paguyuban Petani dan Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah Salatiga Bahruddin; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang Prof. Dr. H. Muh. Saerozi, M.Ag., dan Redaktur Senior Jawa Pos Radar Semarang dan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Magelang H. Arif Riyanto, S.H.
Selain menjadi narasumber di sesi Forum Konsultasi Publik, ketujuh pilar ini ikut menandatangani dukungan KPP Pratama Salatiga memperoleh predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Pada kesempatan itu, KPP Pratama Salatiga juga memberikan penghargaan kepada Wajib Pajak terpilih yang telah berkontribusi terhadap penerimaan negara di KPP Pratama Salatiga.
Di antaranya, PT Mitra Cipta Kerja, PT Mitra Setia Jaya, dan PT Dtech Inovasi Indonesia.
Juga Wajib Pajak Orang Pribadi, antara lain Wahyu Dwi Antoro, Tendy Herlambang, Lila Natasaputra, Adi Busono, dan Fadholi.
“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Wajib Pajak yang telah berperan aktif dalam uapaya mewujudkan cita-cita pembangunan nasional,” kata Rachmawan didampingi Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Ungaran Tri Agung Hidayat Putro. (aro/web)
Editor : H. Arif Riyanto