RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sejarah Singkat Majelis Al Muqorrobin diawali dari semangat Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar pada akhir tahun 1989 untuk merintis pergerakan sosial keagamaan di Kabupaten Kendal.
Beliau mulai merintis penyusunan Al Adzkarwas Sholawat dengan nama Sholawat Asy-Syifa’ yang tersusun dari Rotibul Haddad dan Rotib al’Athos serta kumpulan-kumpulan sholawat yang sekarang diberi nama Rotibul Muqorrobin.
Pembacaan Sholawat menjadi kegiatan rutin setiap selapan sekali tepatnya di kediaman beliau yang beralamatkan di Jalan Johar Pengulon Kendal.
Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik
Baca Juga: Ini Dia Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029
Dilaksanakan pada Ahad Wage setiap bulannya, dimulai pukul 08.30 WIB-selesai.
Al Adzkar was Sholawat berkembang maju dengan jumlah jamaah yang terus meningkat.
Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha Al Munawwar semakin bersemangat dalam berdakwah, perjuangan beliau dilanjutkan dengan mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Al-Asyimmi dengan kitab panduan Qiraati.
Kecintaan Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar terhadap Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam ﷺ diaplikasikan beliau dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu.
Kegiatan ini diberi nama oleh Habib Masyhur dengan Majelis Yatamma, secara rutin dilaksanakan setiap tahun tepatnya pada tanggal 10 Muharram.
Dakwah beliau tidak hanya itu, pada tahun 1990 Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar bersama putra-putranya mulai merintis jamaah Al Muqorrobin dengan cara mengumpulkan para Hafidz dan Hafidzah di daerah kabupaten Kendal.
Seminggu sekali mereka bertatap muka dalam Majelis untuk tadarus bersama dan terbentuklah jamaah Hafidz Al Muqorrobin.
Di tahun-tahun berikutnya Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar mengadakan Isthigosah dengan nama As Syifa.
Baca Juga: Puasa Ramadan 2025 Kapan? Prediksi Tanggal, Hitung Mundurnya dan Jadwal Puasanya Cek Disini
Baca Juga: Keutamaan, Makna, Dalil Puasa dan Ibadah-ibadah yang Dilakukan Selama Bulan Ramadan 1446 H
Baca Juga: Sosok Profil Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara atau UAS yang Akan Hadir di Semarang Besok
Baca Juga: Jadwal Sholawat Majelis Az Zahir Bulan November 2024
Tempat pelaksanaan kegiatan ini berpindah antara desa satu ke desa lainnya di Kabupaten Kendal.
Kemudian berlanjut dengan Jam’iyah Maulid Al Muqorrobin yang di selenggarakan di kediaman beliau Jalan Johar, Pengulon Kendal setiap Minggu Wage di setiap bulannya.
Pada tanggal 16 Dzulqo’dah 1426 H Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar wafat dan dikebumikan di Desa Sijeruk Kecamatan Kota Kendal Jawa Tengah.
Akan tetapi, dakwah yang beliau rintis dan perjuangkan tidak berhenti begitu saja.
Perjuangan dakwah beliau dilanjutkan oleh ketiga putranya, yaitu :
1 Habib Abdullah Farid bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Jambon, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang).
2 Habib Fauzi Rizal bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Kabupaten Kendal).
3 Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar (Domisili di Kabupaten Kendal).
Putra Al Habib Masyhur bin Thoha al Munawwar melanjutkan dan mengembangkan dakwah yang telah dirintis oleh Al Habib Masyhur.
Baca Juga: Makna, Sejarah, Keutamaan dan 10 Amalan Bulan Jumadil Awwal
Baca Juga: Jadwal Sholawat Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Bulan November 2024
Baca Juga: November, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf akan Bersholawat di Semarang, Ini Jadwalnya!
Baca Juga: KPU Kota Semarang Bersholawat Bersama Majelis Az Zahir, Catat Jadwalnya
Sepeninggalan Al Habib Masyhur bin Muhammad bin Thoha al Munawwar, putra-putra beliau berinisiatif untuk mengadakan Safari Maulid ke beberapa daerah.
Habib Abdullah Farid bin Masyhur Al Munawwar yang juga Mustasyar PCNU Kabupaten Semarang membimbing langsung Majelis Al Muqorrobin di Kabupaten Semarang.
Sedangkan Sholawat sendiri sangat dianjurkan, hal ini berdasarkan dalil firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam ﷺ.
Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Qur’an, Surat Al Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Artinya: “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Baca Juga: Haul Solo 2024 Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Panitia Siapkan 1,85 Ton Beras dan 260 Ekor Kambing
Baca Juga: Sosok Profil Gus Miftah dan Tugasnya Sebagai Utusan Khusus Presiden RIBaca Juga: Sosok Prof. Dr. Abdul Mu’ti Alumni UIN Walisongo Semarang Yang Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Baca Juga: Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia
Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober
Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq
Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu sabda Rasulullah ﷺ yang memotivasi kita adalah:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.
Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat. (HR. Muslim).
Untuk itu bagi para Pemburu Sholawat atau Pemburu Syafaat dan Robin Mania wajib hadir dalam acara Sholawat: Penutupan Safari Maulid Majelis Al Muqorrobin Kabupaten Semarang.
Yang Akan dihadiri oleh:
1 Habib Abdullah Farid bin Masyhur Al Munawwar (Pemimpin Majelis Al Muqorrobin Ungaran)
2 Habib Muhammad Firdaus bin Masyhur Al Munawwar (Pemimpin Majelis Al Muqorrobin Kendal)
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini Sosok Profil Gus Iqdam
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi
Baca Juga: Meluap! Ribuan Jama’ah hadir di PHBI Langensari Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi
Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin
3 Habib Fauzi Rizal bin Masyhur Al Munawwar (Pemimpin Majelis Grayak Al Muqorrobin)
4 Habib Zainal Abidin bin Abdullah Farid Al Munawwar
5 Habib Ahmad Najib bin Abdullah Farid Al Munawwar
Para habaib, Ulama, kiai dan tokoh-tokoh masyarakat Semarang.
Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 30 November 2024.
Pukul 19.30 - 24.00 WIB
Lokasi: Alun Alun Bung Karno Kalirejo, Kalipasir - Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik
Baca Juga: Ini Dia Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Dan acara ini terbuka untuk jama’ah umum, silahkan menghadiri
Sebarluaskan, ajaklah teman, kerabat, dan keluarga menghadiri majelis yang penuh berkah ini.
Selalu basahi lisanmu dengan sholawat.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ
Memasyarakatkan Sholawat, Mensholawatkan Masyarakat. Agar kelak mendapatkan syafaat. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi