Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Burung Trulek Jawa, Spesies Burung Asli Gunung Ungaran dan Maskot Persikas Semarang yang Keberadaannya Misterius

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 9 Oktober 2024 | 23:18 WIB
Potret Spesimen Awetan Trulek Jawa
Potret Spesimen Awetan Trulek Jawa

RADARSEMARANG.ID - Di Gunung Ungaran,selain ramai dikunjungi karena jalur yang menjadi salah satu favorit para pendaki untuk mencoba menaklukannya, juga terkenal dengan pariwisata sejarah yang sangat terkenal yakni Candi Gedong Songo.

Namun gunung ini juga menjadi wilayah konservasi bagi binatang-binatang khas endemik yang mendiami wilayah hutan di lereng-lereng Gunung Ungaran tersebut.

Keanekaragaman hayati di Gunung Ungaran menjadi salah satu garis depan konservasi serta eksistensi flora dan fauna khas yang menjadi kebanggaan kota ini.

Salah satu yang perlu mendapat spotlight adalah keberadaan burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus), burung ini merupakan spesies dari keluarga Aves dari suku Charadriidae yang terkenal sudah mendiami gunung ini sejak lama.

Burung ini merupakan burung khas dan primadona yang menjadi identitas Gunung Ungaran, diperkirakan dahulu gunung ini menjadi tempat habitat dan rumah bagi banyak Trulek Jawa.

Saking khasnya, bahkan salah satu klub lokal kebanggaan warga Kabupaten Semarang, khususnya Ungaran menjadikan burung ini sebagai simbol maskot yang identik dengan Kabupaten Semarang.

Selain karena keunikannya, Laskar Hanoman (sebutan bagi klub Persikas Semarang) juga mengharapkan dengan dijadikannya Trulek Jawa sebagai maskot turut membantu mengenalkannya kepada masyarakat sekitar sehingga keberadaannya makin lestari.

Burung ini merupakan jenis burung yang memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar selebar 28 cm. Bulunya berwarna coklat keabuan dengan kepala hitam. punggung dan dada coklat keabuan, perut hitam, dan bagian tungging berwarna putih.

Cirinya yang lain yakni terdapat sebuah taji hitam pada bagian lengkung sayap, Iris coklat, paruh hitam, tungkai hijau kekuningan atau jingga. Satu hal yang paling mencolok dari burung ini adalah gelambir putih kekuningan di atas paruhnya.

Sosok burung yang cantik ini memiliki suara yang nyaring, karena hal tersebutlah, ditakutkannya ia menjadi target empuk bagi para pemburu liar ataupun predator yang gampang mengenali burung ini senagai buruannya.

Selain hal tersebut, diperkirakan pembangunan dan perubahan lingkungan yang masif dengan membabat habis ekosistem hutan turut menjadi alasan hilangnya burung endemik khas Jawa tersebut.

Meskipun jejaknya meninggalkan sisi misterius, keberadaan burung ini juga makin sulit ditemukan karena menurut IUCN, lembaga yang mengurusi statistika konservasi alam menyatakan bahwa spesies ini sudah berada diambang kepunahan (Critically Endangered).

Baca Juga: Sejarah Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Semarang, dari Kanjengan Sampai Ungaran

Saking sulitnya menemukan spesies ini, tepatnya pada tahun 1994 burung ini sempat dinyatakan punah (Extinct) oleh IUCN, namun pada akhirnya direvisi menjadi kritis pada tahun 2000-an.

Hingga kini keberadaan jenis burung ini masih misterius karena tidak ada bukti fotografi atau spesimen baru yang diperoleh. Satu-satunya bukti yang konkrit dijumpai secara resmi di Indonesia hanyalah spesimen awetannya di Museum Zoologi, Cibinong.

Namun, banyaknya warga lokal yang masih kerap melaporkan penampakan spesies misterius ini membuat para ilmuwan masih yakin dengan keberadaan burung misterius ini.

Source: Kehati Foundation, burung.org, Universitas Stekom.

Editor : Baskoro Septiadi
#Burung Gunung Ungaran #Burung Trulek Jawa #Spesies Burung Trulek Jawa #Trulek Jawa #Maskot Persikas Semarang