RADARSEMARANG.ID - Indonesia sebagai rumah dari budaya membatik tentunya memiliki ratusan jenis batik yang tersebar dari Pulau Sumatra hingga Papua.
Berbagai jenis batik tersebut memiliki keunikan yang khas dan dapat dibedakan melalui corak serta modelnya. Kebanyakan merupakan hasil dari kebudayaan lokal yang menyertai tempat jenis batik tersebut tercipta.
Pemerintah dan penggiat batik tentunya berupaya melestarikan berbagai jenis batik lokal yang banyak kurang mendapat spotlight di kalangan masyarakat luas.
Salah satunya adalah Batik Patron Ambarawa, batik ini adalah salah satu jenis batik khas dari Kota Ambarawa Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Batik ini diidentifikasikan sebagai batik klasik khas Kabupaten Semarang yang jumlah motifnya mencapai hingga 87 motif. Sayangnya, dengan corak motif sebanyak itu Batik Patron sempat menghilang.
Keberadaan batik ini dapat ditelusuri sejak tahun 1867, namun entah karena hal apa, batik jenis ini sempat menghilang dan baru dibudayakan lagi akhir-akhir tahun ini.
Masyarakat yang tinggal di Ambarawa dan sekitarnya bahkan banyak yang kurang mengenal tentang Batik Patron itu sendiri berkat absennya jenis batik ini dari khalayak publik.
Diperkirakan bahwa masa hilangnya batik ini bermula dari masa pendudukan Jepang yang memang kurang memiliki rasa interest terhadap budaya bangsa yang ada dalam koloninya.
Hal ini berbeda dengan Belanda, bangsa yang telah menjajah Indonesia kurang lebih 350 tahun tersebut malahan memiliki ketertarikan lebih terhadap batik ini.
Berbagai literasi dan beberapa contoh fisik tentang Batik Patron Ambarawa bahkan tersimpan rapi di Museum Tropen yang berada di Belanda.
Kini pemerintah melalui berbagai macam upaya pelestarian berusaha mengenalkannya kepada generasi muda yang tentunya masih awam terhadap Batik Patron Ambarawa.
Salah satunya adalah dengan memperkenalkan Batik Patron lewat Festival Lembah Rawa yang dilaksanakan di komplek Benteng Pendem Ambarawa.
Baca Juga: Pemberontakan Prajurit Korea Penjaga Penjara Ambarawa Diambang Kekalahan Jepang
Festival ini diharapkan akan menjadi agenda festival tahunan yang menjadi ikon serta budaya khas asli Kabupaten Semarang, khususnya Ambarawa.
Perayaan festival ini disebutkan akan mengambil tempat lokasi yang berbeda-beda secara bergilir. Namun, masih tetap ada dalam wilayah Ambarawa.
Source: prov. jateng.go.id, Kabupaten Semarang Tourism, Jawa Pos, Universitas Kristen Satya Wacana.