RADARSEMARANG.ID - Sang predator puncak terakhir di Pulau Jawa ini memang menjadi konsen pemerintah beberapa dekade terakhir sebagai upaya konservasi binatang langka di Indonesia.
Kucing besar dengan nama latin Panthera Pardus Melas ini merupakan satu-satunya genus Panthera yang diperkirakan masih mendiami Pulau Jawa.
Berbagai upaya dilakukan oleh BKSDA ( Badan Konservasi Sumber Daya Alam) dalam melacak keberadaan spesies ini secara akurat yang masih tersisa di alam liar.
Diketahui bahwa Macan Tutul Jawa merupakan salah satu spesies kucing besar yang sudah mendiami Nusantara sejak Zaman Es memisahkan kepulauan di Indonesia dengan super benua Eurasia dan Australia.
Keberadaan fosilnya di masa lampau banyak ditemukan di situs-situs arkeologi yang tersebar di seluruh Pulau Jawa.
Bersama dengan kucing besar lain seperti Harimau Jawa dan Harimau Bali, yang sayangnya kedua jenis spesies ini mengalami kepunahan paska kedatangan Era Kolonialisme di Nusantara.
Kini sebagai raja hutan terakhir yang masih menjaga ekosistem di Pulau Jawa. Di beberapa daerah, Macan Tutul Jawa juga mengisi peran kosong yang ditinggalkan Harimau Jawa sebagai sang 'Mbah' yang disakralkan serta dihormati sebagai wujud kebudayaan dinamisme masyarakat Jawa pada awalnya.
Namun, kepribadian kucing ini yang soliter dan cenderung menghindari kontak dengan manusia menyebabkan sulitnya dilakukan tracking terhadap spesies yang satu ini.
Diperkirakan populasi macan tutul di Jawa Tengah keberadaannya dapat ditemukan tersebar di Gunung Muria, Kabupaten Kudus dan Gunung Ungaran.
Namun, khusus untuk Gunung Ungaran, keberadaan wujudnya belum pernah terdokumentasi sebab kurangnya kamera jebakan yang dimiliki para peneliti di Gunung Ungaran.
Meski demikian, bukti konkret keberadaan macan tutul di Gunung Ungaran dapat dilihat dari temuan-temuan berupa feses (kotoran) dan bekas-bekas cakaran yang tertempel di sekitaran pepohonan.
Masyarakat sekitar juga mengaku masih kerap melihat serta menjumpai sosok yang diperkirakan macan tutul pada saat-saat tertentu.
Baca Juga: BRIN Identifikasi Rambut Harimau di Sukabumi, Kebangkitan Sang Raja Hutan dari Kepunahan?
Menurut salah satu peneliti yang pernah melakukan upaya tracking terhadap macan tutul di Gunung Ungaran yakni Hendra Gunawan menyebutkan bahwa ada kemungkinan terdapatnya macan tutul yang mendiami wilayah tersebut.
Melalui penelitian yang dilakukan Djarum Foundation, BRIN dan Universitas Negeri Semarang pada tahun 2010 menyebut bahwa setidaknya masih ada 5 hingga 7 ekor macan tutul yang berada di Gunung Ungaran.
Upaya ini tentunya harus lebih diperhatikan dan diusahakan oleh pemerintah mengingat bahwa predator ini menjadi satu-satunya spesies kucing besar endemik yang tersisa di alam Pulau Jawa, khususnya kantong populasi yang berada di wilayah Jawa Tengah.
Source: West Java Conservation Fund, Rasika FM
Editor : Baskoro Septiadi