RADARSEMARANG.ID, Ungaran — Hari yang cerah sejuk suasana riang gembira tercipta di salah satu GOR Pandanaran Wujil yang terletak di Dusun Kolang-kaling, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang karena ada acara Ormas Keagamaan terbesar di Indonesia tersebut diselenggarakan.
Acara tersebut merupakan acara Pelantikan (PCNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Semarang.
Peserta banyak yang datang baik dari badan otonom Muslimat Nahdlatul Ulama, Fatayat Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pencak Silat Pagar Nusa, Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), dan Garda Fatayat Nahdlatul Ulama (Garfa NU).
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi
Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin
Peserta tersebut berasal dari 19 kecamatan, 27 kelurahan, dan 208 desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Semarang.
Melalui pelantikan tersebut, Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) menetapkan KH Ahmad Faozan sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Semarang, KH Fatchurrohman Tohir sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Semarang, serta pengurus lainnya akan mengemban amanat untuk berkhidmat selama lima tahun ke depan.
KH Ahmad Faozan dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjadi pengurus NU harus didasari dengan akhlak.
Sebab, menurutnya apabila melakukan sesuatu hal tidak dilandasi dengan akhlak, maka suatu saat akan menjadi bumerang.
“Apalagi kita saat ini baru menghadapi tahun politik. Tanpa didasari dengan akhlak, pasti nanti perbedaan itu akan memicu sesuatu yang tidak ada artinya,” ujar KH Ahmad Faozan.
Oleh sebab itu, KH Ahmad Faozan meminta kepada seluruh pengurus cabang NU Kabupaten Semarang untuk mengedepankan akhlak selama menjalankan khidmah. Menurutnya, seluruh anggota PCNU Kabupaten Semarang diharapkan bukan hanya menjadi pengurus, namun bisa menjadi suri tauladan bagi seluruh masyarakat.
“Sehingga seluruh program-program, bidang pendidikan, baik Lembaga Pendidikan Ma'arif maupun pondok pesantren, program kesehatan, hingga program ekonomi yang insyaallah untuk pertama kita akan melakukan program penguatan ekonomi bekerja sama dengan masyarakat, baik kelompok tani, kelompok peternakan dan yang lainnya, tapi itu semua intinya harus didasari dengan akhlak yang tinggi,” tandasnya.
Baca Juga: Jadwal Pengajian KH Anwar Zahid Bulan September 2024, Yuk Cek di Sini
Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini
Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal Majelis Grayak Al Muqorrobin Bulan September 2024
Sementara itu, KH Fatchurrohman Tohir dalam khutbah iftitahnya menyampaikan beberapa prioritas PCNU Kabupaten Semarang.
Dirinya menyebut bahwa kelestarian dan kelangsungan Islam itu dengan adanya ilmu.
Oleh karenanya, generasi-generasi NU harus memiliki ilmu.
“Agar NU ini tetap eksis terus menerus, generasi-generasi penerus pejuang NU ini harus punya ilmu. Maka monggo kita kembali lagi bahwa NU lahir dari pondok pesantren untuk itu jangan sampai lupa dan meninggalkan pesantren,” Ujar KH Fatchurrohman Tohir.
KH Fatchurrohman Tohir juga menekankan kepada warga NU agar memberikan hak pendidikan kepada anaknya di pondok pesantren baik di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur yang berlandaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdlyiyah.
“Saya berharap kepada orang tua, bagaimanapun anak-anaknya disuruh untuk mengaji dan mondok. Dimanapun, dalam artian entah itu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan sekitarnya, tapi tetap satu, yaitu pondok pesantren yang berdasarkan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdlyiyah,” ujarnya.
Lebih Lanjut lagi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang masa khidmah 2024-2029 resmi dilantik sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor: 377/PB.01/A.II.01.45/99/07/2024 M tentang Pengesahan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama masa khidmah 2024-2029.
Surat Keputusan (SK) tersebut dibacakan oleh Oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah H Kholison Syafis.
Sedangkan pembaiatan dilakukan oleh Wakil Rais Syuriyah PBNU, KH Kharis Shodaqoh.
Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Kendal Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini
Baca Juga: Barokah Melihat Wajah Orang Alim, Malaikat akan Memintakan Ampun hingga Hari Kiamat.
Pada kesempatan ini turut hadir Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Said Asrori, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah H Zumroni, Katib 'Aam PWNU Jawa Tengah KH Muzamil, Bupati Semarang Ngesti Nugraha SH MSi beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Semarang, Baznas Kabupaten Semarang, serta tamu undangan lainnya.
Tidak lupa KH Kharis Shodaqoh selaku Wakil Rais Syuriyah PBNU mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus terdahulu yang sudah melaksanakan pengabdian selama lima tahun.
Baca Juga: Asal-Usul dan Makna Malam Tirakatan 17 Agustus, Ternyata Begini Sejarahnya
Dalam sambutannya Bupati Ngestri Nugraha SH MSi mengucapkan Selamat dan sukses atas Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024 – 2029. “Alhamdulillah berkat do’a para kyai semuanya suasana di Kabupaten Semarang adem, ayem, kondusif, tepuk tangan” tegasnya.
“Pasca covid-19 angka kemiskinan turun dari 7.2 % menjadi 6,69 % dan mendapatkan peringkat ke-enam di Provinsi Jawa Tengah, sedangkan di Bidang Kesehatan sejak tanggal 5 oktober 2023 Kabupaten Semarang sudah Universal Health Coverage (UHC) sekarang daftar BPJS bayar 10 menit sudah bisa dipakai BPJSnya. Sedangkan untuk warga yang kurang mampu kita biayai dengan dana APBD.” tegasnya. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi