RADARSEMARANG.ID - Kabupaten Semarang merupakan daerah yang memiliki landscape alami dengan pemandangan yang menyegarkan mata.
Dalam kondisi alam yang masih lumayan terjaga, Kabupaten Semarang menjadi tempat yang aman bagi beberapa spesies endemik khasnya.
Di beberapa kantong persebaran yang kaya akan ekosistem satwa liar, Kabupaten Semarang memiliki beberapa jenis spesies burung atau Aves yang cukup beragam.
Salah satu yang paling identik dan menjadi satwa identitas dari kabupaten ini adalah burung Cipoh Kacat atau memiliki nama latin Aegithina Tiphia.
Burung yang memiliki warna hijau kekuningan ini juga sering disebut dengan nama Common Lora atau Lora Biasa.
Cipoh Kacat adalah jenis burung kicau berukuran kecil yang dapat ditemukan disemua wilayah Asia Selatan hingga Tenggara.
Burung ini biasa ditemukan di rimbunnya semak-semak serta dahan pohon yang ada di lingkungan vegetasi tropis yang hangat namun lembab.
Hal lain yang gampang dikenali dari burung ini adalah siulan nyaringnya dan memiliki suara khas yang berbeda dari burung lainnya.
Selama musim kawin, Cipoh jantan akan mengembangkan bulu-bulunya dan berputar-putar di udara untuk menarik perhatian betinanya.
Burung ini sejak lama telah dipelihara oleh manusia karena kecantikan warna bulunya dan daya tarik aktif yang membuat Cipoh sebagai burung peliharaan yang cukup populer.
Pemeliharaan burung ini tidak bisa hanya satu ekor, dikarenakan burung ini merupakan burung sosial yang membutuhkan pasangan, selain itu burung ini rentan terhadap stress dan rentan penyakit.
Karena banyaknya populasi burung berjenis ini, meskipun banyak dipelihara tetap tidak menjadikan spesies Cipoh Kacat sebagai spesies yang terancam punah.
Karena identitas yang erat dengan masyarakat Kabupaten Semarang, burung ini juga diketahui pernah terpilih sebagai maskot dalam event Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Semarang tahun 2020.
Memiliki nama Si Ciplos, maskot yang menggambarkan spesies burung khas Kabupaten Semarang ini mendeskripsikan bentuk fisik dari Cipoh Kacat dengan mengenakan pakaian adat khas Jawa.
Walaupun burung ini banyak dimiliki sebagai binatang peiharaan, semoga persebaran burung ini tetap lestari dan terus kita dengar kicaunya di masa depan.
Source: Universitas Stekom, Pemkab Semarang
Editor : Baskoro Septiadi