Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mitos Air Suci Vihara Gunung Kalong Ungaran, Dipercaya Dapat Menyembuhkan Penyakit

Magang Radar Semarang • Kamis, 18 Juli 2024 | 16:29 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Vihara Avalokitesvara Sri Kukus Redjo Gunung Kalong merupakan salah satu tempat ibadah sekaligus destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Letaknya di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Vihara ini didirikan pada tahun 1963 oleh seorang pertapa spiritual bernama Joyo Suprapto yang juga dikenal dengan sebutan Suhu Tan Siok Hie.

Pemerintah meresmikan vihara ini pada 12 Juli 1965 yang hingga saat ini dikelola oleh Yayasan Sri Kukus Redjo.

Nama Avalokitesvara sendiri diambil dari nama lain Dewi Kwan Im. Wisata ini dikenal dengan mitos air sucinya yang dianggap dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Mulanya, Suhu Tan Siok Hie membangun sumur dengan persetujuan warga sekitar vihara.

Sumur tersebut mengambil air dari 9 sumber mata air yang dianggap suci yakni sumber mata air dari Tanah Lot Bali, Jumprit Temanggung, Gunung Wilis, Sendang Sono, Parang Kusumo, Nyatnyono Ungaran, dan tiga lainnya dari sekitar vihara.

Air dari kesembilan sumber mata air tersebut dicampur menjadi satu dan pengambilan airnya dilakukan melalui tahapan ritual, seperti prosesi doa dan sesajen.

Kemudian, air suci dalam sumur yang telah dibangun ini dipercaya sebagai media pengobatan tidak hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga masyarakat luar kota bahkan luar negeri.

Teknik pengobatannya dilakukan dengan cara didoakan dan diberikan air suci yang diminum atau dioleskan ke bagian tubuh yang sakit. Dulunya vihara ini melayani pengobatan kesehatan dan spiritual langsung oleh ahlinya.

Namun, saat ini belum ada penerus suhu, murid atau siapapun yang ahli sehingga pengobatan secara khusus tidak dapat dilakukan.

Meski begitu, pengunjung tetap diperbolehkan mengambil air suci untuk tujuan kesembuhan.

Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat masih memercayai manfaat dari air suci di Vihara Gunung Kalong ini.

Walaupun tidak semua masyarakat percaya dengan mitos air suci ini, vihara tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin meminta air suci atau berdoa hingga wisatawan yang ingin berkunjung.

Uniknya, air suci vihara ini tidak pernah kering dan tidak lumutan walau telah lama diambil dari sumur.

Salah satu hal unik lain di Vihara Gunung Kalong ini ditunjukkan dengan adanya toleransi beragama. Lokasi vihara bersampingan dengan Makam Ki Mandung.

Di malam-malam tertentu, Makam Ki Mandung yang ramai dengan prosesi nyadran oleh para peziarah ternyata bersamaan dengan upacara keagamaan bagi penganut agama Buddha yang dilakukan di vihara.

Wisata Vihara Gunung Kalong ini terbuka untuk umum setiap harinya. Tepatnya pada pukul 07.00 – 21.00. Di vihara ini, pengunjung juga dapat melihat patung Dewi Kwan Im setinggi 7 meter berdiri dengan kokoh. (mg4/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Vihara Gunung Kalong #Disporapar Jateng #vihara