Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menghindari Roh Jahat, Berikut Mitos Bayi Harus Digendong Ibu Saat Waktu Maghrib di Desa Regunung, Kabupaten Semarang

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 16 Juni 2024 | 01:29 WIB
Ilustrasi Hantu
Ilustrasi Hantu

RADARSEMARANG.ID - Berbagai keunikan dan keberagaman budaya menjadi salah satu kunci dari kekayaan tradisi manusia di bumi Nusantara.

Masyarakat di negara ini sudah terbiasa dengan folklore atau cerita rakyat yang kebanyakan berisi amanat ataupun anjuran hidup dari orang-orang terdahulu.

Kebudayaan ini juga lahir dari kepercayaan masyarakat pada jaman dahulu yang sakral dan penuh mistisme sebelum agama masuk ke tanah ini.

Tradisi yang dibungkus oleh cerita rakyat masyarakat sekitar juga menjadi pedoman yang dipegang oleh orang-orang Jawa termasuk dalam konteks keluarga.

Di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Regunung, Tengaran, Kabupaten Semarang ada sebuah tradisi unik yang mengharuskan bayi-bayi digendong oleh sang ibu saat waktu maghrib hingga maghrib selesai.

Tradisi ini sudah dijalankan sejak jaman dahulu, bahkan sudah menjadi kewajiban tak tertulis yang harus dipatuhi oleh para ibu yang memiliki bayi di wilayah ini.

Baca Juga: Sejarah Barak Bantir Sumowono, Kamp Tentara Bekas Markas Kavaleri Kerajaan Belanda

Mereka juga harus membangunkan bayi dari tidur selama waktu maghrib untuk menghindari marabahaya yang berkeliaran di jam tersebut.

Masyarakat Regunung yang masih kental dengan budaya tradisional serta memegang teguh tradisi tersebut berpendapat bahwa hal tersebut merupakan upaya dari pencegahan serangan mistik yang bisa saja terjadi.

Mereka percaya bahwa pada masa menjelang Maghrib hingga usai, para roh ghaib ataupun jin memiliki kekuatan besar yang ditandai dengan resonasi perubahan warna alam.

Kekuatan ini dinilai mampu membawa pengaruh buruk yang bisa mencelakai bayi, karena bayi manusia dipercaya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap dunia ghaib.

Pernah di suatu masa, tepatnya pada era 1900-an, ada kasus meninggalnya seorang bayi karena orang tuanya lupa menggendong saat waktu Maghrib tiba.

Saat itu dikisahkan bahwa sang bayi tak henti-henti menangis meraung-raung, lalu tak lama kemudian meninggal dunia dengan kulit yang berubah menjadi warna hitam pekat.

Jika ada kejadian tentang bayi yang diganggu oleh roh jahat, orang-orang penganut Islam Kejawen di Desa Regunung akan mendatangi dukun atau orang pintar untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sedangkan bagi masyarakat yang beragama Islam, akan langsung menuju ustadz atau kyai yang memang memiliki ilmu tinggi di bidang agama dan supranatural.

Orang-orang tua di desa ini juga selalu berpesan untuk menghentikan aktivitasnya sejenak, atau apabila sedang bepergian dianjurkan menghentikan kendaraan terlebih dahulu saat waktu Maghrib.

Source: National Geographic, Universitas Kristen Satya Wacana

Editor : Baskoro Septiadi
#Mitos Gendong Bayi Pada Maghrib #Mitos Kabupaten Semarang #Mitos Bayi Pada Maghrib #Mitos Bayi Kabupaten Semarang #Gendong Bayi Saat Maghrib