Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah Spiritualisme Gunung Munggut, Tapak Tilas Penyebaran Islam di Pringapus

Aby Genta Putra Prasetya • Selasa, 28 Mei 2024 | 15:23 WIB
Makam Syekh Basyaruddin, Penyebar Agama Islam di Wilayah Pringapus
Makam Syekh Basyaruddin, Penyebar Agama Islam di Wilayah Pringapus

RADARSEMARANG.ID - Di sebelah tenggara Kota Ungaran, tepatnya berjarak 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Semarang tersebut.

Terdapat sebuah wilayah bernama Pringapus, wilayah ini kini terkenal dengan kemajuan industri dan berbagai pendirian pabrik-pabrik yang menjadi salah satu pendapatan terbesar Kabupaten Semarang.

Di daerah ini pula terdapat sebuah situs wisata religi cukup terkenal bernama Kawasan Wisata Religi Gunung Munggut yang berkaitan dengan penyebaran Islam di wilayah Pringapus.

Di bukit yang lebih dikenal warga dengan nama Gunung Munggut tersebut berdiri lima makam yang dikeramatkan dan dihormati oleh masyarakat sekitar.

Tiga makam tersebut diketahui merupakan makam dari Kyai Putih, Kyai Ireng, Sunan Benowo, Kyai Suketi dan Syekh Basyaruddin.

Sejarah Masuknya Islam di Pringapus

Konon di masa silam, kurang lebih 355 tahun yang lalu hiduplah seorang ulama bernama Syekh Basyaruddin yang berasal dari Alas Turonggo Surakarta Hadiningrat.

Diketahui Syekh Basyaruddin bersama tiga saudaranya yang lain yakni Akmaluddin, Ahsanuddin dan Shihabuddin melakukan perjalanan untuk menyebarkan Islam di wilayah lain.

Mereka berpencar dalam agenda dakwah untuk melakukan pengislaman di daerah-daerah yang masih kurang mengenal keislaman.

Syekh Basyaruddin berdakwah di Pringapus, sedangkan Syekh Akmaluddin berdakwah di daerah Brogo, Syekh Ahsanuddin berdakwah di Ngorolo dan Syekh Shihabuddin berdakwah di Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Syekh Basyaruddin diterima dengan baik oleh masyarakat saat menyiarkan Agama Islam di Pringapus, bahkan beliau merupakan sosok yang dipercaya memiliki karomah yang sangat luar biasa.

Beliau merupakan orang pertama di Pringapus yang menjadi penghafal (Hafidz) Alqur'an dan mampu menguasai ilmu Agama Islam hingga disebut setara dengan wali.

Baca Juga: Kisah Gunung Ungaran Sebagai Kerangkeng Sekaligus Petilasan Prabu Dasamuka yang Dijaga Hanoman

Syekh Basyaruddin diperkirakan hidup dan menyiarkan agama Islam saat masa kepemimpinan Raden Purwokusuma yang memiliki gelar Pangeran Benowo pada akhir abad ke-18 Masehi.

Pangeran Benowo dan Syekh Basyaruddin merupakan dua tokoh sentral yang dihormati masyarakat Pringapus yang kala itu bernama Desa Tanjung, bahkan keduanya memiliki peran penting yakni Pangeran Benowo sebagai Umara, atau Pemimpin sedangkan Syekh Basyaruddin sebagai Ulama.

Sebagai orang yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Pringapus, tentunya Syekh Basyaruddin meninggalkan sejumlah peninggalan yang beberapa kini masih dimanfaatkan kegunaannya oleh masyarakat Pringapus.

Beliau meninggalkan sebuah masjid, bedug, kolah dan yang paling terkenal adalah Kitab Blawong, yakni Alquran tulisan tangan Syekh Basyaruddin yang dipercaya masyarakat sekitar memiliki keistimewaan untuk membela masyarakat yang tertindas.

Kitab Blawong sendiri terkenal karena penyebutan masyarakat yang berasal dari kata Mbelani yang berarti membela dan Wong yang berarti orang lain.

Source: Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, Jurnal Suhuf Kemenag.

Editor : Baskoro Septiadi
#Penyebaran Islam di Pringapus #Gunung Munggut Pringapus #Spiritualisme Gunung Munggut #Wisata Religi Gunung Munggut #Sejarah Gunung Munggut