Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sejarah Barak Bantir Sumowono, Kamp Tentara Bekas Markas Kavaleri Kerajaan Belanda

Aby Genta Putra Prasetya • Selasa, 28 Mei 2024 | 15:23 WIB
Penampakan Barak Bantir Sumowono Kini dan Dulu
Penampakan Barak Bantir Sumowono Kini dan Dulu

RADARSEMARANG.ID - Pernah digunakan dalam syuting film perjuangan Merah Putih, Barak Bantir yang berada di Sumowono, Kabupaten Semarang ini menyimpan sejarah yang panjang sejak masa Kolonial.

Bangunan yang terletak di daerah lereng pegunungan Ungaran tersebut sekarang merupakan bangunan yang dimiliki oleh Kodam IV / Diponegoro.

Masing-masing barak berukuran 8x 50 meter, dengan warna cat pada dinding yang berwara hijau tua khas yang identik dengan ketentaraan.

Seluruh ornamen setiap sisi barak ini masih original sejak barak ini masih berfungsi sebagai barak milik Pasukan Kavaleri milik KNIL.

Pintu dan jendela barak ini memiliki bentuk yang luas layaknya bangunan berasitektur Belanda lainnya, dan tiap barak memiliki kapasitas untuk 100 orang pada tiap ruangannya.

Disekeliling barak kini merupakan pemukiman warga yang dibatasi dengan sebuah jalan untuk menghubungkan keduanya, seluruh bagian barak juga dikelilingi oleh pagar kawat yang membentang dari bagian depan hingga belakang bangunan.

Sejarah Barak Bantir Sumowono

Pada awalnya bangunan ini merupakan barak yang digunakan oleh Angkatan Daratan Kerajaan Belanda untuk melatih Pasukan Kavaleri, atau biasa dikenal sebagai Pasukan Berkuda.

Para pasukan berkuda KNIL ini digembleng dengan keras di barak ini untuk dipersiapkan dalam mengatur dan memerangi gerakan-gerakan para revolusioner.

Tempat ini juga dinilai strategis karena berdekatan dengan beberapa kota besar seperti Semarang, Ambarawa, Surakarta dan Magelang.

Setelah Jepang berhasil menaklukkan Hindia Belanda pada tahun 1942, barak ini diambil alih dan dialihfungsikan oleh Angkatan Militer Kekaisaran Jepang.

Kamp Militer Bantir setelah kekuasaan Jepang dipergunakan sebagai kamp interniran, atau kamp yang digunakan untuk menawan warga sipil Belanda.

Baca Juga: Penampakan Tentara Jepang Tanpa Kepala di Barak Militer Bantir

Para warga sipil Belanda, baik Belanda Totok, ataupun Kaum Indo yang merupakan blasteran dari keturunan Belanda dengan pribumi ditawan di daerah ini dan diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi.

Kurang lebih sekitar 550 orang tawanan sipil Belanda diambil dari daerah sekitar seperti Ambarawa dan Surakarta lalu diangkut menggunakan truk-truk ke Barak Bantir ini.

Para warga sipil ini ditawan pada periode 27 Desember 1942 sampai pada tanggal 15 Maret 1944, selama berada dalam barak ini para tawanan mendapat perlakuan yang sangat buruk dari tentara Jepang.

Seluruh sisi bangunan dijaga dengan ketat, bahkan dipasang pula pagar berduri yang mengelilingi barak ini untuk mencegah para tawanan melarikan diri.

Kini barak militer yang terletak di Sumowono, Kabupaten Semarang tersebut seringkali digunakan untuk kegiatan perkemahan dari kelompok Pramuka, baik dari jenjang SMP maupun SMA.

Namun, yang membuat beda dari tempat perkemahan lain adalah disini disediakan bangunan barak untuk beristirahat, jadi para anggota perkemahan tidak harus mendirikan tenda untuk keperluan tidur.

Source: Roemah Tua (Facebook)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kamp Belanda Bantir #Kamp Bantir Sumowono #Barak Bantir Sumowono #Sejarah Barak Bantir #Bekas Kamp Kavaleri