RADARSEMARANG.ID - Saat melewati jalur Semarang-Solo tepatnya di Kota Ungaran, ada sebuah penampakan gedung tua yang tentunya menarik untuk diperhatikan karena keindahan arsitekturnya.
Sayangnya, bangunan tua ini sudah mulai hancur akibat dimakan usia dan kurangnya perhatian ataupun pemugaran yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Beberapa bagian seperti atap, jendela dan kusen sudah mulai terlihat kerusakan berat, sedangkan bagian dindingnya mulai mengalami pelapukan dan berlumut di sepanjang sisi bangunan.
Namun di bagian barat bangunan, tepatnya pada lantai dasar digunakan oleh Kodim sebagai asrama bagi tentara, kondisi di bagian ini sangatlah terawat, beda dengan sisi lainnya.
Gedung ini berada di pinggir Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dan terlihat dengan jelas saat kita melintasi jalur Semarang-Solo.
Sejarah Gedung Kuning
Tak ada yang tau pasti siapa pemilik dari gedung dengan arsitektur belanda ini, namun yang pasti gedung ini merupakan bangunan mewah pada masanya.
Hal tersebut dibuktikan dengan terdapatnya beberapa patung singa yang mengelilingi sudut-sudut gedung. Patung singa disebut sebagai simbol tertinggi dari status sang pemilik, biasanya digunakan oleh para ningrat dan konglomerat.
Di salah satu sudut bangunan terdapat tulisan " Ende Desespereert Nimmer" yang jika diterjemahkan berarti "Dia Yang Tidak Pernah Menyerah".
Atau bisa saja merujuk pada sebuah klub sepak bola bernama sama yang hingga kini masih eksis di Negeri Kincir Angin.
Berdiri pada tahun 1916, Gedung Kuning dulunya merupakan bangunan milik salah satu pejabat tinggi asal Belanda yang berkuasa pada saat itu.
Secara fungsional, bangunan ini digunakan sebagai rumah singgah juga tempat untuk para pejabat melakukan inspeksi terhadap perkebunan kopi dan hasil alam lain yang menjadi komoditi wilayah Karesidenan Semarang.
Setelah dikelola, hasil bumi ini kemudian akan dipasarkan ke Eropa dengan harga yang tinggi, serupa dengan misi awal Belanda yang ingin memonopoli perdagangan dan mendapatkan rempah-rempah di Nusantara.
Pada masa perang kemerdekaan, gedung ini memiliki fungsi penting sebagai tempat penyimpanan amunisi, senjata dan berbagai perlengkapan militer lain.
Lalu saat masa paska kemerdekaan Republik Indonesia, nasib gedung ini sempat diabaikan dan ditelantarkan begitu saja.
Menurut Ketua RT setempat, lokasi ini menjadi kosong setelah kejadian kelam G30SPKI yang terjadi di Lubang Buaya, Jakarta Timur kemudian setelahnya merebak ke seluruh penjuru negeri, tentunya hingga sampai ke wilayah ini.
Namun tak diketahui bagaimana nasib ataupun keberadaan sang pemilik bangunan yang kini terbengkalai tersebut.
Kini, sebagian sisi Gedung Kuning difungsikan sebagai asrama untuk Kodim Kabupaten Semarang, namun juga diakui bahwa gedung bersejarah ini diklaim juga bahwa kepemilikannya menjadi hak bagi PT KAI.
Gedung Kuning juga diketahui pernah menjadi latar lokasi sebuah syuting film bergenre horror klasik yang dibintangi oleh aktris senior Farida Pasha dengan judul " Misteri dari Gunung Merapi".
Source: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Jateng, Bangunan Kolonial kota2 Indonesia (Facebook).