RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Lima kendi berisikan air dari masing-masing dusun di Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur dikirab keliling desa Dabtu (11/5) malam.
Lima air dari sumber mata air tersebut sebagai simbol penghidupan bagi warga setempat.
Kirab budaya dengan membawa lima kendi air tersebut dimulai dari Kantor Desa Kawengen menuju ke lapangan Desa Kawengen.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Desa Kawengen yang diikuti oleh masing-masing kepala dusun.
Kepala Desa Kawengen, Marjani mengungkapkan merti desa atau sedekah desa di Desa Kawengen selalu dilaksanakan di bulan Dzulqa'dah atau dalam bulan jawa dikenal Sasi Apit.
Biasanya Merti Desa Kawengen dilaksanakan di hari Minggu Wage.
"Merti desa ini untuk peringatan pada saat panen raya dan disela-sela orang tidak punya hajatan. Sehingga banyak masyarakat yang ikut memeriahkan agenda tahunan ini," ungkapnya.
Lima kendi air yang dikirab tersebut nantinya akan dijadikan satu dan disiramkan sebagai simbolis. Dimana masing-masing air diambil di lima dusun yang ada di Desa Kawengen.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Kabupaten Semarang Didominasi Profesi Petani dan Pegawai Swasta
"Air yang dibawa ini sebagai simbol penghidupan apalagi kita di desa dengan berbagai corak kehidupan sehingga lima kendi itu akan dijadikan menjadi satu," katanya.
Marjani berharap dengan adanya kegiatan merti desa ini, kehidupan masyarakat tetap tentram dan gemah ripah loh jinawi.
Serta berharap hasil panen raya bisa maksimal dan melimpah.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha juga ijut hadir dalam kegiatan merti desa di Desa Kawengen.
Ngesti mengatakan seni budaya harus terus dilestarikan bersama-sama.
Hal tersebut sebagai tuntunan dan tontonan terutama untuk anak-anak.
"Sehingga anak-anak kita nantinya akan semakin kenal dengan seni budaya lokal," katanya.
Disamping itu, ia juga ikut mempromosikan beberapa produk UMKM dari BUMDes Kawengen yakni Sale Pisang dan olahan tempe.
Harapannya produk-produk UMKM tersebut bisa dipasarkan secara luas.
"Jangan lupa produk-produk UMKM Desa Kawengen dibantu dipasarkan," lanjutnya.
Ngesti juga menyampaikan kepada warga bahwa sejak tanggal 5 Oktober 2023, BPJS Kesehatan di Kabupaten Semarang sudah UHC.
Jadi bagi warga yang kurang mampu yang belum mendapatkan BPJS bisa mendaftar dan dibayarkan oleh Pemkab Semarang.
Selain itu, setiap tahunnya Pemkab Semarang juga memberikan santunan kepada sekitar 6 ribu anak yatim piatu disaat bulan Muharram.
Kemudian pihaknya juga memberikan beasiswa kepada pelajar SD/MI terdapat 3 ribu siswa, SMP/MTS sebanyak 1500 siswa, SMA/slta sebanyak 500 siswa, dan mahasiswa terdapat 150 orang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Semarang juga ikut membagikan doorprize kepada warga yang beruntung.
Pihaknya juga ikut andil dengan memberikan hadiah Rp 500 ribu kepada tiga warga yang beruntung. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi