RADARSEMARANG.ID, Bandungan - Libur kedua lebaran dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat baik masyarakat Kabupaten Semarang maupun luar wilayag untuk berwisata Kamis (11/4).
Salah satunya mengunjungi beberapa destinasi wisata di Bandungan terutama di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandungan.
RTH Bandungan atau Alun-Alun Bandungan menjadi salah satu pilihan untuk dikunjungi masyarakat.
Meskipun tidak seperti destinasi wisata lainnya, RTH Bandungan cocok untuk digunakan berfoto.
Salah satu warga asal Ambarawa, Herni mengatakan ia menyempatkan datang ke RTH untuk berfoto karena cuacanya tengah bagus meskipun sedikit berawan.
Karena di RTH ini menyajikan dua view yang bisa menjadi latar belakang berfoto bagi para pengunjung.
"Mumpung cuacanya bagus, ini Danau Rawa pening kelihatan dan Gunung Ungaran juga bagus meskipun agak tertutup awan," ujarnya.
Ia mengaku sudah beberapa kali datang ke RTH ketika berada di Bandungan.
Meskipun demikian ia tidak merasa bosan karena melihat pemandangan alam dari ketinggian menjadi salah satu kesukaannya.
"Tadi dari Celosia kemudian mampir kesini sebentar mumpun cuacanya sedang bagus," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dandy salah satu warga Magelang. Ia bersama tiga temannya kebetulan melintas dari Magelang menuju ke Kota Semarang.
Serta sembari beristirahat dan menikmati pemnadangan alam dari RTH Bandungan.
"Beberapa kali sih mas lewat sini tapi baru ini mampir karena pengen istirahat juga," jelasnya.
Disisi lain, Kepala DLH Kabupaten Semarang, Heru Purwantoro menyebutkan RTH Bandungan menjadi salah satu dari sekian banyak RTH yang ada di Kabupaten Semarang.
Selain itu, RTH Bandunga juga memperoleh dana perbaikan dari pusat sebesar Rp 150 juta.
"Keberadaan ruang terbuka hijau sendiri di Kabupaten Semarang menjadikan Bumi Serasi menjadi cantik. Serta bisa mengembangkan perekonomian setempat," terangnya.
Selain RTH Bandungan, Kabupaten Semarang sendiri memiliki sekitar sepuluh RTH yang tersebar di berbagai kecamatan.
Serta di tahun 2024 ini juga akan dibangun RTH yang ada di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi