Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jelang Lebaran, Penjual Bunga di Pasar Tradisional Kabupaten Semarang Diserbu Pembeli

Nurfa'ik Nabhan • Rabu, 10 April 2024 | 02:00 WIB
Para penjual bungan yang menjajakan dagangannya di Pasar Bandarjo. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
Para penjual bungan yang menjajakan dagangannya di Pasar Bandarjo. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat Kabupaten Semarang prebegan di pasar-pasar tradisional Selasa (9/4). Salah satunya, di pedagang bunga yang laris manis dagangannya dibeli.

Prebegan pasra sendiri merupakan sebuag tradisi atau kebiasaan dari masyarakat saat mendekati lebaran. Biasanya mereka membeli stok kebutuhan pokok untuk menyiapjan hidangan saat lebaran.

Selain itu, pedagang bunga yang ada di pasar tradisional laris manis karena banyak dibeli oleh warga. Salah satunya yang ada di Pasar Bandarjo Ungaran.

Salah satu pedagang bunga asal Bandungan, Wahyu mengatakan pasar mulai ramai sejak Minggu (7/4) kemarin. Dan H-1 lebaran ini masyarakat mulai ramai sejak pagi tadi.

"Ini dari tadi pagi sudah ramai sekali, mungkin bukan hanya di Pasar Bandarjo ini saja melainkan di pasar-pasar yang lainnya," katanya.

Ia mengaku berangkat dari Bandungan dari pukul 03.00 pagi. Ia juga membawa beberapa bunga yang sudah diikat dan sudah berwadah tenggok.

"Ini yang saya bawa ada bunga aster, sedap malam, dan mawar tabur. Semua ini dari Bandungan," ungkapnya.

Menjelang lebaran, harga berbagai bungan mengalami peningkatan dan menjadi ladang uang bagi para pedagang.

Pasalnya bunga-bunga tersebut dicari dan digunakan untuk berkunjung ke makam keluarga.

"Kalau harga bunga mendekati lebaran ini naik semua. Harganya berkisar dari 20 ribu hingga 35 ribu per ikat. Kalau yang mawar tabur itu Rp 35 ribu per tenggok," jelasnya.

Sementara itu, pembeli asal Semarang, Kumala mengaku ia bersama ibunya membeli bunga di Ungaran karena lebih banyak variasinya.

Pasalnya bunga-bunga yang dijual di Kota Semarang juga berasla dari wilayah Bandungan.

"Ini saya beli buat ziarah ke makam bapak nanti," ucapnya.

Prebegan di Ungaran menurutnya sangat ramai, hingga membuat dirinya kepanasan saat berada di dalam pasar. Sehingga memutuskan hanya membli bunga saja.

"Didalam radanya sumpek sama panas, ini hanya beli bunga. Kalau beli kebutuhan pokok bisa lain waktu nanti," terangnya. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#IDUL FITRI #PASAR #Kabupaten Semarang