RADARSEMARANG.ID, TENGARAN - Tradisi mencuci karpet menjelang bulan Ramadan juga ramai dilakukan warga Kabupaten Semarang. Tidak hanya di Sungai Muncul yang ada di Kecamatan Banyubiru, melainkan juga di Umbul Senjoyo Kecamatan Tengaran.
Warga sekitar meyakini sumber mata air Umbul Senjoyo memiliki keberkahan tersendiri. Pasalnya area Umbul Senjoyo dahulunya merupakan petirtaan di sebuah komplek percandian.
Sehingga air yang ada ada di umbul tersebut jernih serta aliran sungai yang cuku kuat sering dimanfaatkan oleh warga. Terutama untuk membersihkan dan mencuci karpet masjid.
Salah satu warga, Bilal menyebutkan tradisi tersbeut sudah dilakukan sejak turun temurun hingga sekarang. Bahkan warga bergotong royong dalam mencuci karpet atau tikar masjid yang nantinya digunakan untuk beribadah.
"Sejak saya kecil sering diajak mencuci karpet di Senjoyo. Dan ini membawa 30 karpet karena untuk dua musholla,” katanya Jumat (8/3).
Tidak hanya warga Kabupaten Semarang saja yang mencuci karpet di Umbul Senjoyo. Melainkan ada juga warga dari luar daerah seperti Kabupaten Boyolali hingga Kabupaten Grobogan.
"Selain airnya jernih, disini aliran sungainya juga cukup kencang. Sehingga cepat untuk mencuci karpet dan tikar," jelasnya.
Menurutnya tradisi ini dapat untuk mempererat tali persaudaraan antar teman. Dan biasanya juga digunakan untuk ajang refreshing bermain air di Umbul Senjoyo.
Senada dengan Bilal, Farel warga asal Tengaran juga mengaku jika mencuci karpet di Umbul Senjoyo cepat bersih. Ditambah mencuci karpet tersebut dilakukan banyak orang dan bersama-sama.
“Air disini juga bersih dan jernih, ditambah aliran airnya deras, jadi semua kotoran yang ada di karpet-karpet ini cepat hilang,” terangnya.
Ia berharap mencuci karpet menjelang bulan suci Ramadan dapat menjadi lebih bersih dan wangi. Sehingga saat beribadah di Masjid ataupun Musholla dapat menjadi lebih khusyuk. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi