Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Dusun Wates Sembungan Makan Bersama Saat Nyadran di Makam Ki Branjang Kawat

Nurfa'ik Nabhan • Selasa, 5 Maret 2024 | 22:21 WIB
Warga yang tengah berdoa bersama sebelum makan bersama di area makam Ki Branjang Kawat
Warga yang tengah berdoa bersama sebelum makan bersama di area makam Ki Branjang Kawat

RADARSEMARANG.ID, Suruh  - Warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh berbondong-bondong melaksanakan tradisi nyadran di makam Ki Branjang Kawat Selasa (5/3).

Tradisi nyadran di Desa Plumbon sendiri dilakukan menjelang bulan ramadan.

Ribuan warga dari Dusun Wates Sembungan berbondong-bondong menuju makam Ki Branjang Kawat dengan membawa makanan dan jajanan pasar.

Dimana nantinya makanan tersebut akan dimakan bersama seusai tradisi nyadran dilakukan.

Tidak hanya itu, sebelumnya warga membersihkan makam serta berdoa bersama di area makam. Khusunya di makam Ki Branjang Kawat yang merupakan tokoh pendiri dan sesepuh Dusun Wates Branjang.

"Tradisi nyadran ini merupakan tradisi untuk menghantarkan doa dan membersihkan makam leluhur untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan," kata tokoh masyarakat, Umar.

Tradisi nyadran tersebut digelar secara turun temurun oleh masyarakat sejak puluhan tahun yang lalu. Dimana puncaknya warga yang membawa makanan akan dimakan bersama.

Selain itu tradisi nyadran ini juga untuk sarana saling bersilaturahmi antar warga.

Bahkan banyak perantau yang pulang kampung untuk mengikuti tradisi nyadran seperti dari Kalimantan, Sumatra, Jabodetabek dan lainnya.

“Ini juga agar masyarakat lebih erat dan banyak juga yang datang dari luar seperti Kalimantan, Sumatra, Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Yulinar mengaku selalu ikut dalam tradisi tahunan tersebut terutama sebelum memasuki bulan Ramadan.

Harapannya dengan mengikuti tradisi tersebut agar mendapatkan berkah dan anugrah keselamatan hidup di dunia.

"Selalu ikut mas, karena kan sudah menjadi kewajiban kami untuk mendoakan keluarga atau sesepuh yang sudah meninggal," ungkapnya.

Ia beserya keluarganya juga membawa makanan dari rumah yang nanti akan dimakan bersama-sama.

Sehingga dari makanan yang sudah didoakan tersebut bisa membawa keberkahan. (nun/bas)

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Makam #plumbon #suruh #berdoa #Nyadran