Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sungai Muncul Jadi Tempat Favorit Untuk Mencuci Karpet dan Tikar Menjelang Ramadan, Ini Alasannya

Nurfa'ik Nabhan • Selasa, 5 Maret 2024 | 20:23 WIB

Salah satu rombongan dari ponpes yang mencuci karpet dan tikar masjid di Sungai Muncul
Salah satu rombongan dari ponpes yang mencuci karpet dan tikar masjid di Sungai Muncul

RADARSEMARANG.ID, BANYUBIRU - Menjelang bulan Ramadan tradisi mencuci karpet tempat ibadah sudah banyak dilakukan di wilayah Kabupaten Semarang.

Salah satu tempat yang sering digunakan untuk mencuci karpet tersebut di Sungai Muncul di Kecamatan Banyubiru.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang saat mengunjungi sungai tersebut, dari sejak pagi sudah banyak warga yang datang untuk membawa tikar dan karpet.

Bahkan mereka datang dengan menggunakan mobil pikup terbuka untuk membawa banyak tikar dan karpet. 

Salah satunya rombongan dari Pondok Pesantren Roudhotul Syakir Qur'an dari Tuntang. Dimana mereka membawa lebih dari 60 tikar dan karpet yang hendak dicuci di Sungai Muncul.

Rombongan mereka juga berjumlah lebih sekitar sepuluh orang lebih agar proses mencuci bisa dilakukan dengan cepat.

"Jadi mencuci karpet ataupun tikar musala dan masjid ini sudah menjadi tradisi masyarakat menjelang bulan puasa," ungkap salah satu pengurus ponpes, Mujahidin Selasa (5/3).

Ia juga mengaku kegiatan mencuci di Sungai Muncul tersebut dilakukan satu tahun sekali. Sedangkan untuk mencuci kebutuhan pribadi dilakukan selama sebulan sekali.

"Apalagi disini masyarakatnya ramah-ramah dan tarifnya murah hanya Rp 3 ribu per orang," katanya.

Mujahidin menyebutkan alasan memilih Sungai Muncul untuk tempat mencuci karena memiliki air yang jernih.

Selain itu juga aliran sungai cukup deras sehingga mudah untuk mencuci karpet dan tikar.

"Jadi ketika mencuci itu untuk kesuciannya lebih terjamin," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengelola Sungai Muncul, Tukinah mengaku warga yang mencuci karpet dan tikar sudah banyak berdatangan dari tiga hari yang lalu.

Bahkan tidak hanya dari Banyubiru yang datang ke Sungai Muncul untuk sekedar mencuci atau berenang.

"Ada dari Temanggung, Magelang, Salatiga, Ambarawa, dan sekitarnya," ujarnya.

Kebanyak dari warga memilih mencuci di Sungai Muncul karena memiliki sumber mata air alami dan air yang jernih.

Tidak hanya itu aliran sungai yang cukup deras memudahkan untuk mencuci tikar dan karpet.

"Ada juga yang datang kesini karena tidak sengaja, mereka awalnya hanya melihat-lihat tapi kalau cocok akan kesini terus," jelasnya.

Ia menyebutkan tidak hanya tradisi mencuci karpet yang membuat Sungai Muncul ramai pengunjung atau warga.

Nantinya di hari Sabtu atau Minggu depan akan banyak warga yang datang untuk melakukan padusan atau mandi di Sungai Muncul. (nun/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Tradisi #Ramadan #Tikar #karpet #Banyubiru #Sungai Muncul #mencuci