Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Semarang Masih Tinggi, Segini Harga Beras, Minyak Goreng, Telur hingga Bawang

Nurfa'ik Nabhan • Rabu, 28 Februari 2024 | 23:10 WIB
Slamet saat hendak melayani pembeli yang membeli beras di kiosnya
Slamet saat hendak melayani pembeli yang membeli beras di kiosnya

RADARSEMARANG.ID, Getasan - Harga kebutuhan pokok seperti beras hingga Selasa (27/2) masih tinggi. Hal tersebut membuat pembeli dan pedagang mengeluhkan kenaikan harga tersebut. 

Salah satunya dirasakan oleh Slamet Sukanto, salah satu pedagang sembako di Pasar Getasan.

Ia mengaku masih banyak kebutuhan pokok yang harganya melambung. Seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. 

"Beras di lapak saya yang premium itu Rp 17 ribu perkilogramnya bahkan kemarin sempat menyentuh Rp 18 ribu," ungkapnya. 

Tidak hanya beras premium saja yang mengalami kenaikan, tetapi juga beras dengan kualitas paling baik.

Biasanya beras tersebut dijual Rp 90 ribu per lima kilogram, namun sekarang naik menjadi Rp 95 ribu per lima kilogramnya. 

"Beras ketan juga naik drastis, biasanya kalau normal diharga Rp 24 ribu untuk per kilogramnya, sekarang jadi Rp 26 ribu per kilogramnya," bebernya.

Bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga seperti bawang merah Rp 40 ribu per kilogram, bawang putih Rp 43 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram. Kemudian disusul harga minyak goreng dan telur ayam. 

"Lalu, minyak goreng kemasan botol itu seperti merek Hemart, Fitri, dan lainnya sekarang diharga Rp16 sampai Rp 18 ribu. Dan telur ayam menyentuh harga Rp 30 ribu per kilogram," lanjutnya

Slamet mengaku dengan kenaikan harga tersebut banyak pembeli yang protes dan kaget. Namun lama-kelamaan pembeli tersebut mau tidak mau menerima karena sudah menjadi kebutuhan. 

"Jadinya kadang mereka mengurangi jumlah belinya, tapi ya tergantung dari masing-masing pembeli," katanya. 

Ia juga mengurangi pembelian jumlah sembako yang akan dijual kembali di kios miliknya di Pasar Getasan tersebut. Sehingga tidak ada stok yang menumpuk di kios miliknya. 

Disisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan pihaknya masih melakukan rapat terkait dengan wacana pelaksanaan operasi pasar.

Sehingga nantinya bisa menekan tingginya harga kebutuhan pokok di pasar. "Baru mau saya rapatkan dengan OPD terkait soal itu," singkatnya. (nun/bas) 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Kebutuhan Pokok #Telur #Getasan #bawang merah #BERAS #harga