Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Beras di Kabupaten Semarang Naik, Petani Sebut karena Faktor Ini

Nurfa'ik Nabhan • Kamis, 22 Februari 2024 | 18:39 WIB
Lahan pertanian yang ada di Desa Kesongo yang berdekatan dengan Danau Rawa Pening
Lahan pertanian yang ada di Desa Kesongo yang berdekatan dengan Danau Rawa Pening

RADARSEMARANG.ID, Banyubiru - Pasca pelaksanaan Pemilu 2024 dan jelang bulan Ramadhan kenaikan harga bahan pokok semakin meningkat terutama beras.

Salah satu dugaan penyebab mahalnya harga beras yakni stok di petani yang semakin menipis. 

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu petani di wilayah Danau Rawa Pening sekaligus Ketua Forum Petani Rawa Pening Bersatu Kabupaten Semarang, Suwestiyono.

Dimana informasi yang didapatkan dari beberapa petani, bahwa stok beras semakin menipis. Salah satu penyebabnya ialah banyak yang bagi-bagi sembako atau bansos. 

"Banyak kemarin yang bagi-bagi sembako atau bansos, jadi stok berkurang, dan harga jadi mahal," ungkapnya Kamis (22/2). 

Tidak hanya itu, faktor cuaca saat ini juga mempengaruhi harga beras karena produksinya sedikit terganggu. Dan juga terdapat faktor permainan harga di tingkat pedagang.

Saat ini para petani di sekitaran Rawa Pening hanya bisa panen tiga perempat dari luas lahan dari jumlah total lahan 1.000 hektare.

Hal tersebut dikarenakan terdapat sawah yang terendam air akibat curah hujan yang tinggi. 

"Situasi ini sering terjadi di sekitar Rawa Pening ini. Dan kami baru bisa tanam di tahun kemarin, dan bisa panen sekitar di bulan Agustus sampai Oktober tahun kemarin," jelasnya.

Suwestiyono juga menyebutkan pintu air di Tuntang ditutup sampai sekarang untuk mengantisipasi banjir susulan di wilayah Demak dan Grobogan. Namun akibatnya debit air Rawa Pening naik hingga merendam area persawahan milik warga. 

"Jadi ya memang serba bingung, jika pintu air di Tuntang itu dibuka di wilayah bawah pasti banjir lagi. Kalau ditutup sawah kami terendam air yang debit airnya tinggi ini," katanya.

Jika dalam kondisi normal dan tidak ada beberapa permasalahan tersebut. Biasanya petani di sekitar Danau Rawa Pening ini bisa menghasilkan 10 sampai 12 ton hasil panen padi.

"Oleh karena itu, kami juga minta kepada banyak pihak baik pemerintah pusat dan daerah untuk mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama, demi kebaikan bersama juga," pungkasnya. (nun/bas) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#PETANI #BERAS #CUACA #Rawa Pening #harga