Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lahan Pertanian di Banyubiru Kembali Terendam Banjir, Jadi Spot Mancing Dadakan

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 18 Februari 2024 | 18:44 WIB
Para pemancing yang sudah mulai memadati dipinggir lahan pertanian
Para pemancing yang sudah mulai memadati dipinggir lahan pertanian

RADARSEMARANG.ID, Banyubiru - Lahan pertanian di wilayah Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru kembali terendam air dari Danau Rawa Pening.

Dan saat ini lahan pertanian yang terendam menjadi salah satu spot mancing dadakan. 

Terendamnya lahan pertanian di Banyubiru disebabkan oleh kenaikan debit air dari Danau Rawa Pening.

Pasalnya akhir-akhir ini wilayah Kabupaten Semarang terutama Banyubiru dan sekitarnya diguyur hujan lebat. 

Sungai yang membentang untuk mengairi lahan-lahan pertanian juga ikut meluap meskipun debit air masih belum terlalu tinggi.

Namun air dari sungai sudah mulai meluber sedikit ke lahan pertanian. 

"Ini sudah sejak kemarin mas dan sudah biasa kalau musim penghujan," ujar salah satu pemancing asal Ngrapah, Wardi Minggi (18/2). 

Ia mengaku sering memancing di Danau Rawa Pening dan saat ini mencoba di lahan pertanian yang terendam.

Bahkan saat ini ia juga punya spot-spot baru untuk memancing. 

"Banyak spot-spot sekarang meski ikannya tidak terlalu banyak. Tapi sekali dapat sudah bikin senang," katanya. 

Kegiatan memancing menurutnya untuk kegiatan refreshing di saat sore hari. Serta bisa berbincang dengan pemancing lainnya. 

Hal senada juga diungkapkan Ridho, warga asal Banyubiru. Dimana rumahnya yang berdekatan dengan lahan pertanian memudahkannya untuk memilih tempat memancing.

Hampir setiap sore ia menghabiskan waktunya untuk memancing dadakan. 

"Sudah sering kalau musim hujan pasti lahan-lahan pertanian terendam dan jadi spot mancing," katanya. 

Hingga siang hari, pemancing bertambah ramai dengan dilihat motor yang terjajar rapi di sepanjang jalan. Serta banyaknya pemancing bisa dilihat dari kejauhan. 

Sementara itu, Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji berharap debit air di Rawa Pening akan cepat turun. Karena berkaca tahun lalu, lahan pertanian di Banyubiru terendam seluas 36,5 hektare. 

"Semoga cepat surut dan para petani bisa bercocok tanam kembali," singkatnya. (nun/bas) 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#terendam #Pemancing #pertanian - perikanan #Rawa Pening