RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Pemkab Semarang terus menggencarkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
Serta menepiskan isu terkait ketimpangan pembangunan di wilayah utara dan wilayah selatan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat membuka konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Semarang tahun 2025 di aula Balai Bahasa Jawa Tengah di Ungaran Kamis (25/1).
Ia menyebutkan isu ketimpangan tersebut semakin usang seiring rencana berbagai pembangunan infrastruktur maupun sarpras di wilayah selatan.
"Pembangunan akan merata di seluruh wilayah Kabupaten Semarang. Dan stigma atau isu tersebut akan secara bertahap terhapus," katanya.
Pemkab Semarang terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah.
Salah satunya di tahun ini akan segera dimulai tahap studi kelayakan (feasibility study) dan penyusunan detail engineering design (DED) pembangunan RSUD di lahan bekas UPTD Peternakan Mulyorejo, Desa Barukan, Tengaran.
"Tidak hanya itu, nantinya juga akan ada mal pelayanan publik mini, agrowisata dan bumi perkemahan. Serta kawasan satelit terpadu itu juga akan dilengkapi prasarana jalan yang memadai didukung trayek angkutan umum," ungkapnya.
Ngesti berharap para pemangku kepentingan yang hadir di konsultasi publik tersebut bisa memberikan masukan dan saran.
Guna mematangkan perencanaan kerja di tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda), Muhammad Muslih menambahkan pembangunan rumah sakit di Kecamatan Tengaran menjadi salah satu prioritas rencana pembangunan tahun 2025.
Serta pembangunan sistem administrasi satu atap (Samsat) dan pembangunan akses jalan ke Mulyorejo.
"Kemudian nantinya ada penataan jalan Jendral Sudirman di Ambarawa serta pembuatan videotron," imbuhnya.
Tidak hanya itu, penanganan stunting dan juga kemiskinan ekstrem menjadi fokus utama pembangunan di tahun 2025.
Kemudian peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan UMKM serta ekologi lingkungan. (nun)
Editor : Agus AP