Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pacuan Kuda Tegalwaton Jadi Pusat Potensi di Kecamatan Tengaran

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 21 Januari 2024 | 19:45 WIB
Pelaksanaan Jateng Derby 2024 yang melibatkan 220 ekor kuda dalam kompetisi
Pelaksanaan Jateng Derby 2024 yang melibatkan 220 ekor kuda dalam kompetisi

RADARSEMARANG.ID, Tengaran - Pasca pelaksanaan Derby Jateng 2024, Gelanggang Pacuan Kuda di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran mendapatkan sorotan.

Pasalnya lapangan pacuan tersebut memiliki fasilitas ideal untuk training center. 

Camat Tengaran, Sri Sulistyorini mengatakan lapangan pacuan kuda Tegalwaton mampu menyedot animo masyarakat saat terdapat event perlombaan.

Bahkan yang datang untuk menonton tidak hanya dari Desa Tegalwaton melainkan dari luar kota. 

"Hal ini tentunya menjadi kebanggaan kami dan potensi yang besar di Desa Tegalwaton," katanya. 

Hal tersebut mempengaruhi juga aspek perekonomian masyarakat sekitar bahkan masyarakat Kecamatan Tengaran.

Tidak hanya itu, lapangan pacuan kuda tersebut juga memiliki banyak fungsi didalamnya. 

"Selain untuk berolahraga tapi juga mampu jadi akses peningkatan ekonomi di wilayah kami. Karena terdapat pengembangan UMKM jika terdapat sebuah event," jelasnya.

Lapangan pacuan kuda Desa Tegalwaton sendiri memiliki lokasi yang strategis dan memenuhi standar di Jawa Tengah.

Pasalnya di wilayah Jawa Tengah untuk lapangan pacuan kuda masih terbatas. 

"Karena animo pengunjung yang luar biasa banyak berdampak baik bagi sisi wisata di Desa Tegalwaton. Sehingga wisatawan bisa memiliki opsi untuk berwisata di Desa Tegalwaton," katanya. 

Keberadaan lapangan pacuan kuda di Desa Tegalwaton sendiri merupakan milik antar pihak swasta dan pemerintah desa (pemdes).

Dan pihak pemdes juga telah mengembangkan beberapa sarpras diantaranya lahan parkir. 

"Tidak hanya itu, dengan adanya pacuan kuda ini masyarakat di Desa Tegalwaton juga mengembangkan kandang atau ternak kuda yakni Stable Sense. Kemudian juga banyak homestay yang ditemui di Desa Tegalwaton," ungkap. 

Sulistyorini meyakini nilai ekonomi di Desa Tegalwaton bisa terdongkrak dengan adanya lapangan pacuan kuda tersebut.

Dan tidak hanya itu, desa di sekitar Desa Tegalwaton juga dapat menikmati potensi-potensi yang ada. 

"Seperti contoh Desa Bener juga mendapatkan dampak positif dari berkembangnya potensi wisata, UMKM, dan potensi lainnya. Oleh karena itu kami berharap, hal tersebut bisa membangkitkan baik infrastruktur maupun perekonomian masyarakat," pungkasnya. (nun/bas) 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#potensi #lapangan pacuan kuda #tengaran #Jateng Derby #Tegalwaton