RADARSEMARANG.ID, Tuntang - Warga Desa Asinan, Kecamatan Tuntang yang tergabung dalam Perhimpunan Petani Nelayan Rawa Pening (PERPENNERA) memasang spanduk bergambar tiga paslon capres.
Spanduk tersebut dipasang tepat sebelum Jembatan Tuntang atau pertigaan menuju Desa Asinan.
Dalam spanduk tersebut bukan berisikan tentang dukungan ke calon pasangan capres tertentu.
Melainkan berisikan pesan kepada paslon yang terpilih nanti untuk menghentikan perluasan Rawa Pening dan mencabut pemasangan patok sempadan di tanah milik warga.
Salah satu warga yang terdampak, Joko Susanto mengatakan spanduk tersebut untuk menyampaikan pesan kepada para capres. Agar mengetahui permasalahan yang dialami warga sekitar Rawa Pening.
"Karena ini momennya kampanye, jadi kita pasang spanduk ini agar para capres bisa tahu permasalahan yang selama ini kita hadapi," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa warga sekitar Rawa Pening tidak menolak adanya revitalisasi yang dilaksanakan.
Hanya saja warga mempersoalkan perluasan Rawa Pening dan kejelasan pemasangan patok sempadan yang berada di tanah milik warga.
"Kita sudah setuju adanya revitalisasi, namun kalau perluasan Rawa Pening itu yang kita tolak. Karena efeknya besar sekali," katanya.
Efek perluasan Rawa Pening tersebut diakuinya banyak mata pencaharian warga yang terancam. Seperti para petani, nelayan, dan usaha lainnya.
Bahkan dalam perhitungan yang dilakukan, terdapat 600 hektar sawah diarea Rawa Pening yang bisa menghasilkan enam ribu ton gabah sekali panen. Dan jika terdapat perluasan, maka area tersebut akan ikut terdampak.
"Belum lagi para nelayan yang sebelum adanya pembersihan Enceng Gondok, bisa mendapatkan minimal 10 kilogram dalam sehari," bebernya.
Selain mengancam mata pencaharian warga sekitar, dampak perluasan Rawa Pening juga akan membuat perekonomian warga menurun. Serta dalam meningkatkan jumlah pengangguran.
Joko mengaku persoalan perluasan Rawa Pening sudah di diadukan diadukan dari Pemda hingga ke Kementerian. Namun hingga saat ini masih belum ada hasilnya.
"Kita awalnya memperbolehkan karena ada surat penitipan (patok sepadan). Namun setelah dipasang, kota kejar surat penitipannya tidak ada yang bisa memberikan," akunya.
Ia berharap dengan memasang spanduk-spanduk tersebut pesan dari warga sekitar bisa tersampaikan. Dan harapannya para pemimpin mendatang tahu permasalahan yang ada di Rawa Pening dan bisa menyelesaikan dengan baik. (nun)
Editor : Baskoro Septiadi