RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Pemkab Semarang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan penggantian biaya perawatan rumah sakit.
Terdapat sebelas warga kurang mampu yang mendapatkan bantuan tersebut.
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang, Istichomah mengatakan kesebelas warga yang mendapatkan bantuan tersebut merupakan warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan.
Dan bantuan penggantian biaya perawatan di rumah sakit kali ini adalah yang terakhir di tahun 2023.
"Karena di bulan Oktober kemarin program bantuan Universal Health Covarage (UHC) ini juga yang terakhir di Dinsos," katanya.
Sehingga warga yang kurang mampu dan belum mendapatkan bantuan akan diarahkan ke program UHC tersebut.
Di mana program tersebut merupakan program bantuan iuran kepesertaan jaminan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu.
Pemkab Semarang sendiri telah menerima penghargaan untuk Program UHC tersebut.
Dan telah menganggarkan dana sebesar Rp 49 miliar dari APBD untuk iuran kepesertaan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu.
"Jadi untuk warga yang belum punya BPJS Kesehatan kita arahkan di tahun 2024. Yang nanti juga menggunakan anggaran dari APBD untuk program tersebut di tahun 2024 mendatang," jelasnya.
Penyaluran bantuan penggantian biaya perawatan untuk sebelas warga kurang mampu tersebut dengan jumlah total anggaran sebesar Rp 74 juta.
Dengan masing-masing warga mendapatkan jumlah bantuan sesuai dengan kuitansi yang diserahkan ke Dinsos Kabupaten Semarang.
"Masing-masing warga yang menerima bantuan ini nominalnya berbeda-beda. Ada yang Rp 5 juta ada yang lebih dari itu, karena sesuai dengan kuitansi selama perawatan di rumah sakit," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengungkapkan Pemkab Semarang telah menganggarkan Rp 49 miliar lebih dari APBD untuk iuran kepesertaan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu.
Dana tersebut mendukung pencapaian jaminan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan untuk 1.024.984 orang atau 96,12 persen dari total penduduk di Kabupaten Semarang.
"Pelayanan kesehatan sangat penting dan menjadi salah satu prioritas, karena pencapaian UHC ini akan semakin memudahkan warga untuk mengakses jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan," pungkasnya. (nun)
Editor : Agus AP