RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Target investasi tahun 2023 di Kabupaten Semarang hingga triwulan ketiga mencapai Rp 2,8 triliun.
Capaian tersebut hampir menyentuh yang ditargetkan oleh Pemkab Semarang yakni Rp 3 triliun.
Salah satu aspek yang menjadi salah satu membantu capaian tersebut adalah UMKM.
Di mana sektor UMKM di Kabupaten Semarang menyumbangkan sekitar Rp 950 miliar dalam target investasi.
Asisten Sekda Kabupaten Semarang bidang Ekonomi Pembangunan, Wigati Sunu menyebutkan Kabupaten Semarang saat ini sudah pro investasi.
Ditambah lagi dengan adanya Perda No 6 Tahun 2023 tentang rencana tata ruang yang layak.
"Harapannya dengan adanya peta-peta zonasi terkait pengembangan usaha dan kawasan industri ini memudahkan para investor menanamkan usahanya atau investasinya di kabupaten semarang," ujarnya saat usai Bincang Insvestasi Bersama UMKM Berdikari di Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran Selasa (12/12).
Diharapkan dengan adanya investasi yang masuk di Kabupaten Semarang juga akan berdampak kepada para pelaku UMKM.
Serta adanya tiga proyek strategis nasional seperti bendungan jragung, revitalisasi rawa pening, dan proyek jalan tol juga bisa membuat UMKM disekitarnya berkembang.
Namun ada beberapa persoalan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Diantaranya terkait dengan permodalan dan pemasaran produk.
"Ini yang nantinya akan kita kembangkan terus terutama pemasaran. Karena para pelaku UMKM harus memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan NIB," terangnya.
Wigati berharap melalui DPMPTSP dan Diskumperindag Kabupaten Semarang bisa membantu mempermudah dalam pengaksesannya.
Serta di tahun depan pihaknya akan berupaya lagi untuk meningkatkan investasi yang asa di Kabupaten Semarang.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Suratno mengatakan kegiatan yang menghadirkan para pelaku UMKM, Apindo, Hipmi Kabupaten Semarang, dan perusahaan besar bisa menjadi titik awal dalam melakukan kemitraan.
Karena kolaborasi satu sama lain dinilai sangat penting dalam menjalankan suatu investasi atau usaha.
"UMKM ini menjadi soko gurunya dan berdaya sekali di Kabupaten Semarang terkait investasi. Maka dari itu kemitraan diperlukan untuk produk-produk UMKM bisa masuk di perusahaan besar," katanya.
Pihaknya akan menindaklanjuti dengan akan mengadakan pertemuan kembali dan mempertemukan Apindo dengan UMKM Center Kabupaten Semarang.
Pasalnya apabila ingin memperoleh kemudahan investasi harus menggandeng UMKM disekitarnya.
"Sehingga nanti UMKM yang ada di Kabupaten Semarang bisa terserap dengan baik," ujarnya.
Di DPMPTSP Kabupaten Semarang juga memiliki program jemput bola.
Di mana pihaknya mendorong untuk para UMKM bisa memiliki NIB. Karena persyaratan untuk mengakses permodalan adalah harus memilki NIB.
"Tugas kami di DPMPTSP adalah bagaimana UMKM ini bisa memiliki landasan pijakan regulasi. Dan pak bupati sudah mengeluarkan beberapa regulasi yang nantinya akan kami terapkan dan kawal untuk bagaimana membuat UMKM yang Berdikari," pungkasnya. (nun)
Editor : Agus AP