RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Praka Yipsan Ladou, salah satu anggota TNI asal Glodogan, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Bawen gugur saat bertugas menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Tengah.
Di sekitar kediaman korban sudah dipasang tenda dan beberapa kursi sembari menunggu kepulangan jenazah Senin (27/11).
Disekitar kediaman korban, sudah berjejer beberapa karangan bunga tanda berduka cita atas meninggalnya Praka Yipsan Ladou. Tidak hanya itu, tenda dan kursi sudah berjejer di sekitar kediaman korban.
Sudah ada beberapa warga untuk membantu mempersiapkan upacara pemakaman yang nanti akan dilakukan.
Untuk saat ini jenazah korban masih dalam perjalanan menuju ke Kelurahan Harjosari kediamannya.
"Ini warga dan keluarga menunggu kedatangan jenazah semoga tidak sampai siang," ujar salah satu warga.
Sebelumnya, enam prajurit dari Yonif MR 411/Pandawa dikabarkan telah terjadi kontak senjata dengan KKB di Pos Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu (25/11) dari Kodap III Ndugama-Derakma, sekitar jam 12.00 WIT ketika prajurit tengah melakukan pembersihan dan infiltrasi dari Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa.
Dengan adanya kontak tembak antara prajurit dengan KKB tersebut, empat prajurit dikonfirmasi gugur, yakni diantaranya Praka Yipsan Ladau, Praka Dwi Bekti Probo Sinimoko, Praka Miftahul Firdaus, dan Praka Darmawan. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi