RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Legit, manis, dan pahit merupakan rasa yang khas dari durian lokal asal Dusun Rembes, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang. Bahkan harga termurah hanya Rp 10 ribu saja.
Pada kesempatan, jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke salah satu warung warga yang menyediakan durian lokal.
Direktur Jawa Pos, Baehaqi bahkan terkejut melihat banyaknya durian dengan variasi harga.
"Ini benar pak ada harga Rp 10 ribu satu durian?," ujarnya kepada Sumanto, Warga Desa Watuagung
Beberapa varian durian yang dijajakan memiliki tekstur dan rasa yang berbeda-beda. Ada rasa manis, legit, pahit, dan pulen ada disemua durian lokal asal Desa Watuagung.
"Ada manis, pahit, dan legit ini yang saya rasakan ketika mencoba durian lokal," ungkapnya.
Ia menyebutkan untuk pemula atau orang pertama kali mencoba durian bisa mencoba di Desa Watuagung.
Karena disamping banyak variasi rasa, harganya yang mulai dari Rp 10 ribu bisa dicoba oleh wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Semarang.
Salah satu jajaran Radar Semarang, Devi Khofifatur mengaku baru pertama kali mencoba buah dengan bau yang menyengat. Menurutnya dari baunya tersebut yang membuatnya tidak menyukai buah durian.
"Tapi tadi setelah mencoba ternyata rasanya enak dan tidak seperti yang saya bayangkan," bebernya.
Tidak hanya itu, ia juga membawa satu buah durian untuk dibawa di kediamannya di Kabupaten Kendal. Agar nanti bisa dicoba di rumah bersama keluarganya.
Sementara itu, Sumanto menyebutkan dalam sehari bisa menjual sekitar 130 buah durian. Bahkan saat panen raya stok durian di warung miliknya bisa habis dalam sehari.
"Bahkan pembeli atau pelanggan menunggu jika stok habis. Ya saya carikan buah durian dari warga yang lainnya," jelasnya.
Ia menyebutkan panen raya durian di bulan November hingga Januari. Dan akibat kemarau panjang membuat rasa durian lebih manis dibandingkan tahun lalu.
"Tahun lalu kan akhir tahun kena badai hujan jadinya rasa duriannya agak anyep atau hambar," sebutnya.
Di area Kecamatan Tuntang sendiri banyak durian lokal tersebut banyak dijual disepanjang Jalan Tuntang-Bringin oleh warga dengan mendirikan lapak dipinggir jalan. Bahkan terdapat Tuntang Farm House yang menyediakan banyak jenis durian. (nun)
Editor : Baskoro Septiadi