RADARSEMARANG.ID, UNGARAN - Enam hotel berbintang dan non berbintang serta enam restoran dan rumah makan di Kabupaten Semarang menerima penghargaan Adhi Karya Pariwisata 2023 Rabu (8/11).
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Dalam penghargaan tersebut terdapat 10 nominator untuk hotel bintang, 10 nominator untuk hotel non bintang, 10 nominator untuk restoran, dan sembilan nominator untuk rumah makan.
Baca Juga: Sempat Unggul di Game Pertama, Prifad Memutuskan Retired di Final Hylo Open 2023
Masing-masing kategori akan dipilih tiga besar dengan sistem nilai tertinggi dari beberapa aspek penilaian yang dilakukan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati mengatakan di Kabupaten Semarang sendiri terdapat sekitar 200 usaha perhotelan dan 500 usaha restoran dan rumah makan.
Dan melalui Adhi Karya Pariwisata merupakan bentuk apresiasi kepada pelaku pariwisata terutama perhotelan dan restoran.
"Ini juga menjadi sarana pembinaan dan edukasi terhadap ketaatan peraturan yang ada, " katanya.
Penilaian Adhi Karya Pariwisata 2023 ini diantaranya mencakup sarana dan prasarana usaha, struktur organisasi, kualitas pelayanan, pengelolaan usaha, keselamatan dan kesehatan kerja, dan ketaatan membayar pajak.
Di samping itu juga terdapat beberapa juri uang berasal dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dan lembaga yang sudah berkredibilitas.
"Dalam penilaian itu yang kita tekankan taat membayar pajak. Karena banyak pelaku usaha yang mendapatkan 'tanda merah' karena tidak taat pajak, " ungkapnya.
Wiwin berharap bagi yang mendapatkan penghargaan tersebut bisa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
Sehingga mereka bisa betah dan puas saat berkunjung di Kabupaten Semarang.
Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, H Basari mengungkapkan pemberian penghargaan ini, merupakan bentuk kebersamaan dalam mewujudkan tekad guna memajukan industri kepariwisataan di Kabupaten Semarang.
Di samping itu penghargaan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan.
"Adhi Karya Pariwisata ini bertujuan untuk menjadi sarana pembinaan dan sarana evaluasi terhadap pelaksanaan Sapta Pesona dan bisa menjadi tolok ukur dari kinerja bisnis dan keunggulan pelayanannya," ungkapnya.
Ia berpesan kepada para pelaku usaha yang belum mendapatkan penghargaan agar tidak berkecil hati. Serta bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan dan prima dalam bekerja. (nun)
Editor : Agus AP