Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pecinta Durian Wajib ke Desa Brongkol Kabupaten Semarang! Banyak Durian Lokal dengan Aroma dan Rasa yang Khas

Nurfa'ik Nabhan • Minggu, 5 November 2023 | 06:41 WIB
Salah satu pedagang Durian Brongkol di Dusun Krajan, Desa Brongkol
Salah satu pedagang Durian Brongkol di Dusun Krajan, Desa Brongkol

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Selain Durian Tlogo yang terkenal legit dan manis, di Desa Brongkol Kecamatan Jambu juga memiliki durian lokal dengan rasa yang khas.

Di mana durian lokal Desa Brongkol memiliki aroma yang menyengat dan agak pedas. 

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sepanjang jalan Desa Brongkol mulai dari melewati tugu durian yang menjadi landmark desa tersebut hingga batas desa banyak dijumpai warga yang sudah menjual durian.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Durian asal Semarang yang Rasanya Bikin Nagih

Baca Juga: Berburu Durian Tlogo di Tuntang yang Makin Enak Rasanya saat Musim Kemarau, Segini Harganya

Desa Brongkol merupakan salah satu desa yang memiliki potensi buah durian yang melimpah. Dan memiliki beberapa jenis durian lokal. 

Kepala Desa brongkol, Heru Sandhora, mengatakan durian di Desa Brongkol memiliki ciri khas di mana memiliki aroma yang menyengat dan agak pedas.

Dan di masing-masing dusun memiliki durian lokal tersendiri. 

“Seperti di deretan Dusun Krajan itu terdapat durian watu, durian kidang, dan durian buto. Kalau bergeser ke Dusun Tabag Gunung itu ada durian inul, durian J-Pink, dan masih ada banyak lagi,” katanya. 

Salah satu durian lokal Brongkol, durian J-Pink dikatakan hampir memiliki kualitas rasa seperi durian Musang King yang ada di daerah lain.

Selain dari aroma, durian lokal Brongkol dari segi rasa lebih legit dan rasa dari duriannya diakui masih terasa walaupun sudah makan beberapa hari.

Ketahanan kulitnya pun bisa bertahan hingga enam hari tidak layu. 

“Karena memang semuanya sudah kembali ke natural. Pupuknya juga sudah memakai pupuk kandang atau pupuk organik.

Dan itu sudah dilakukan lima tahun yang lalu,” katanya. 

Upaya pengembangan durian lokal di Desa Brongkol untuk menjaga kualitas dengan cara mengganti pohon durian lokal yang tidak bagus dipotong dan disambungkan dengan pohon durian lokal yang masih bagus.

Sehingga nanti panen yang dihasilkan bisa maksimal. 

“Kalau untuk panen raya di Desa Brongkol biasanya di bulan Februari hingga Maret. Sebetulnya Januari sudah mulai panen, tetapi kalau cuaca buruk membuat bunganya rontok” ungkapnya. 

Sementara itu, salah satu warga Dusun Krajan, Yati, mengatakan bahwa durian Brongkol memiliki cita rasa yang berbeda dengan duran di daerah lain.

Sehingga menjadi jujugan pecinta durian dari luar daerah. 

“Biasanya rame di Sabtu dan Minggu mas. Itu saya keluarkan semua stok duriannya,” lanjutnya. 

Ia mengatakan akhir bulan Januari hingga Februari merupakan masa panen raya durian.

Namun berhubung di bulan Januari sering terjadi cuaca buruk seperti hujan lebat maka petumbuhan buah durian tidak begitu banyak. Dan mempengaruhi rasa dari durian itu sendiri. 

“Karena faktor hujan, rasa legitnya belum keluar semuanya masih 50 persen yang keluar,” pungkasnya. (nun)

Editor : Agus AP
#durian #Durian Tlogo #Durian Musang King #Kabupaten Semaran #Durian Brongkol #tugu durian